Spanyol akan beli vaksin cacar monyet

Spanyol akan beli vaksin cacar monyet

Arsip foto - Foto yang diambil selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet, dalam gambar tidak bertanggal yang diperoleh Reuters pada 18 Mei 2022. ANTARA/CDC/Brian W.J. Mahy/HO via Reuters/as.

Kami akan mendistribusikan vaksin secara proporsional di antara (17 wilayah Spanyol)
Madrid (ANTARA) - Spanyol akan membeli vaksin cacar monyet, seiring penyakit di negara itu yang telah mencapai 55 kasus pada Rabu (25/5).

Menteri Kesehatan Spanyol Carolina Darias mengatakan pemerintah akan membeli vaksin Imvanex buatan perusahaan Denmark Bavarian Nordic, tetapi dia tidak merinci jumlah dosisnya.

"Kami akan mendistribusikan vaksin secara proporsional di antara (17 wilayah Spanyol)," kata Darias dalam konferensi pers di Madrid.

Dari total kasus Spanyol, 51 kasus telah dilaporkan di wilayah Madrid, kebanyakan dari mereka ditelusuri berkaitan dengan sauna dewasa yang ditutup minggu lalu, sementara empat kasus lainnya di Kepulauan Canary.

Baca juga: WHO nyatakan tidak perlu vaksinasi cacar monyet secara massal

Beberapa kasus di kedua wilayah terkait dengan festival Gay Pride selama 10 hari di Gran Canaria di Kepulauan Canary, di mana 80.000 orang berkumpul pada awal Mei, kata otoritas daerah di Madrid dan Gran Canaria.

Di negara tetangga Portugal, otoritas kesehatan DGS mengonfirmasi 10 kasus baru cacar monyet di negara itu pada Rabu, sehingga totalnya menjadi 49 kasus.

Kedua negara tersebut telah menjadi salah satu pusat utama wabah baru-baru ini dari penyakit virus yang biasanya ringan di luar daerah endemiknya di beberapa bagian Afrika barat dan tengah.

DGS mengatakan semua kasus yang dikonfirmasi telah ditemukan pada pria, sebagian besar di bawah usia 40 tahun. Tidak ada pasien yang dirawat di rumah sakit.

Madrid juga telah mengidentifikasi beberapa tempat tinggal pribadi di mana penularan virus cacar monyet terjadi, dan beberapa di antaranya telah dikunjungi oleh orang-orang dari Inggris, kata juru bicara pemerintah daerah.

Pihak berwenang Inggris adalah yang pertama melaporkan kasus cacar monyet dalam wabah baru-baru ini pada 7 Mei.

Sebagian besar infeksi yang terdeteksi secara global sejauh ini dalam wabah belum parah. Banyak, tetapi tidak semua, telah dilaporkan pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Gejala cacar monyet meliputi demam dan ruam bergelombang yang khas.

Sumber: Reuters

Baca juga: Portugal konfirmasi 10 kasus baru cacar monyet, total 49 kasus
Baca juga: UAE umumkan kasus pertama cacar monyet

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar