Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan DKI Jakarta menyatakan pengelolan tata laksana perusahaan atau good corporate governance (GCG) Perum LKBN ANTARA pada tahun 2010 menunjukkan adanya perbaikan atau 'naik kelas', dan badan itu mengharapkan ANTARA terus melakukan perbaikan.

"ANTARA `naik kelas` walaupun harus terus melakukan perbaikan," kata Asisten Deputi Industri Strategis dan Manufaktur Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Drs. Anjang Kusumah, M.M. di Jakarta, Kamis, usai mendengarkan pemaparan hasil penelitian BPKP Perwakilan Jakarta terhadap Perum LKBN ANTARA untuk tahun 2011.

Anjang Kusumah mengharapkan karyawan, Dewan Pengawas serta Direksi ANTARA terus melakukan perbaikan sehingga penilaian BPKP juga semakin membaik pada tahun-tahun mendatang. Dengan melakukan perbaikan-perbaikan tersebut, diharapkan GCG ANTARA semakin meningkat.

Penilaian BPKP itu mencakup berbagai hal, seperti hak dan tanggung jawab pemilik modal, kebijakan GCG, Dewan Pengawas, Direksi, Satuan Pengawasan Intern, Sekretaris Perusahaan hingga Pengungkapan Informasi. Jika untuk tahun 2009, BPKP memberikan angka penilaian 50,26 maka angka itu naik menjadi 65,95.

Sementara itu, usai mendengarkan pemaparan BPKP tersebut, Direktur Utama ANTARA Ahmad Mukhlis Yusuf menyampaikan rasa gembira karena penilaian lembaga pemerintah nonkementerian itu untuk tahun 2010 sudah meningkat jika dibanding angka pada tahun 2009.

"Penilaian itu sejujurnya objektif," kata Mukhlis Yusuf.

Ia mengatakan pula bahwa "naik kelas-nya" penilaian BPKP terhadap ANTARA menunjukkan adanya proses pembelajaran.

Oleh karena itu, dia mengatakan, karyawan serta seluruh pimpinan BUMN ini akan terus melakukan perbaikan sehingga penilaian BPKP akan menjadi semakin meningkat.

"Komitmen direksi adalah adanya satu kata dengan perbuatan," katanya.

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas Perum LKBN ANTARA Asro Kamal Rokan pada acara yang sama menyatakan, Dewan Pengawas akan terus meningkatkan pengawasan walaupun disadari bahwa tidak ada hal yang sempurna.

"Tujuannya adalah melakukan perbaikan." kata Asro Kamal Rokan.
(A011)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011