IPB gagas revolusi hijau atasi pemanasan global

IPB gagas revolusi hijau atasi pemanasan global

Institut Pertanian Bogor (istimewa)

Bogor (ANTARA News) - Institut Pertanian Bogor (IPB) menggagas Revolusi Hijau Lestari uuntuk mengatasi ancaman kekeringan tanah, dampak perubahan iklim, dan pemanasan global, kata Ketua Dewan Guru Besar (DGB) IPB Prof Dr Endang Suhendang, Jumat.

"Kami tengah menyiapkan program untuk merevolusi kembali konsep revolusi hijau yang telah dilaksanakan dalam beberapa dekade terakhir. Sejak 1960-an, IPB turut serta dalam menggalakkan program revolusi hijau. Namun untuk saat program tersebut harus dievaluasi, karena menimbulkan dampak bagi kesuburan lahan," kata Prof Dr Endang Suhendang saat menyampaikan paparannya dalam Diskusi Akhir Tahun IPB di IICC, Bogor, Jumat.

Prof Endang Suhendang mengemukakan, konsep revolusi hijau terbukti efektif untuk menjawab kebutuhan zaman yang dihadapi saat itu. Pasalnya, pada dekade 1960-an dan 1970-an dunia menghadapi ancaman kelaparan, karena terbatasnya stok pangan.

"Program revolusi hijau telah menyelamatkan manusia di seluruh penjuru dunia dari ancaman kelaparan. Karena itu, sejak 1960-an IPB berdiri di garda terdepan dalam menyukseskan revolusi hijau melalui program Bimas dan program-program lainnya," terang guru besar Fakultas Kehutanan ini.

Menurut Prof Endang, konsep revolusi hijau tidak hanya dikembangkan di Indonesia, melainkan di seluruh dunia. Konsep ini merupakan jawaban para ilmuwan uuntuk mengatasi berbagai persoalan kemanusiaan yang dihadapi saaat itu.

"Untuk saat ini konsep revolusi hijau perlu ditinjau ulang, bahkan direvolusi kdembali. Karena setelah 40 tahun diberlakukan dampaknya baru kita ketahui dan rasakan bersama, yaitu berupa kekeringan lahan," ujarnya.

Selain itu, persoalan perubahan iklim dan ancaman pemanasan global juga menjadi faktor penting yang mendorong IPB memikirkan kembali konsep revolusi hijau, dengan menggagas Revolusi Hijau Lestari alias RHL.

"Para ulmuwan dituntut mampu menjawab persoalan kekeringan, perubahan iklim dan pemanasan global. Inilah yang mendorong kami mengembangkan konsep RHL," ungkapnya.

Konsep RHL yang digagas IPB tersebut, lanjut Prof Endang Suhendang, diharapkan dapat mewujudkan keadilan bagi umat manusia maupun lingkungan, dan melestarikan alam secara berkelanjutan.

Sebagai pengagas konsep RHL, DGB IPB berupaya menghimpun pemikiran dari para pakar dan guru besar IPB terkait isu revolusi hijau yang dapat menjamin kebutuhan saat ini serta kelestarian alam ke depan.

"Pada 2012 kami akan meluncurkan buku tentang revolusi hijau lestrasi, berisi pemikiran pakar-pakar IPB dari berbagai disiplin ilmu. Buku ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk mewujudkan revolusi hijau berkeadilan dan berkelanjutan," demikian Prof Dr Endang Suhendang.

(ANT-053/B012)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2011

Peran pengembangan desa dalam pemulihan ekonomi nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar