Ketua MUI Kota Bogor serukan Shalat Gaib bagi anak Ridwan Kamil

Ketua MUI Kota Bogor serukan Shalat Gaib  bagi anak Ridwan Kamil

Ketua MUI Kota Bogor, Jawa Barat KH. TB Muhidin. (ANTARA/Linna Susanti)

Kota Bogor (ANTARA) - Ketua MUI Kota Bogor, Jawa Barat, KH. TB Muhidin menyerukan ulama dan masyarakat di kota hujan itu turut mendoakan dan menyerukan Shalat Gaib bagi anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz yang telah dinyatakan meninggal dunia oleh kabar keluarganya.
 
"Insya Allah setelah diputuskan oleh MUI pusat dan MUI Jawa Barat segera melakukan Shalat Gaib bagi Kang Eril," katanya saat diwawancarai usai Sidang Istimewa ke-540 Hari Jadi Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, Jumat.
 
TB Muhidin mengatakan kabar meninggalnya Eril menurut perhitungan teknis sudah melewati batas waktu kekuatan orang yang tenggelam di dalam air.
 
Atas musibah itu, MUI Kota Bogor bersama-sama menyeru Shalat Gaib bagi Eril dan mendoakan keluarga Ridwan Kamil agar tabah.
"Telah ditetapkan MUI untuk segera melaksanakan Shalat Gaib," ujarnya.

Baca juga: Keluarga: Polisi Bern turunkan anjing pelacak cari putra Ridwan Kamil

Baca juga: Wakil Gubernur Jawa Barat pimpin shalat gaib untuk Eril di Cibinong

 
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyerukan umat Muslim melaksanakan Shalat Gaib untuk mendoakan putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni Emmeril Kahn Mumtadz yang hilang di Sungai Aare, Swiss, dan hingga kini belum ditemukan.
 
Seruan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran MUI Jabar yang dikeluarkan di Bandung pada Kamis 2 Juni 2022. Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafei.
 
Menurutnya, rencana seruan Shalat Gaib itu pun telah disaksikan langsung oleh Ridwan Kamil dalam pertemuan bersama dirinya secara virtual. Sehingga ia menyebut surat edaran itu pun sudah disetujui oleh pihak keluarga.
 
Dalam hal ini, kata dia, keluarga Ridwan Kamil sudah mengikhlaskan sepenuhnya dan meyakini bahwa Emmeril Kahn Mumtadz atau yang akrab disapa Eril sudah meninggal dunia karena tenggelam.*
 

Pewarta: Linna Susanti
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar