Bengkulu (ANTARA News) - Pencurian terhadap puspa langka endemik Bengkulu Raflesia Arnoldii semakin marak dan mengancam kelestarian bunga unik tersebut.

"Setiap tahun ada kasus pencurian terhadap calon bunga atau bonggol di habitatnya dan ini mengancam kelestarian bunga terbesar di dunia ini," kata Koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu Sofian Ramadhan di Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan, hasil pemantauan komunitas tersebut bekerja sama dengan Kelompok Peduli Puspa Langka Tebat Monok Kabupaten Kepahiang menemukan kasus bunga hilang masih terjadi hingga akhir Desember 2011.

Dengan kasus ini, maka selama 2011 sebanyak dua bonggol atau calon bunga raflesia dalam kondisi yang hampir mekar sudah hilang dicuri.

"Ini harus jadi perhatian dari pihak terkait karena raflesia adalah bunga langka yang dilindungi sehingga pencurian terhadap bunga ini adalah tindakan kriminal yang harus diusut," katanya.

Ketua Kelompok Peduli Puspa Langka Tebat Monok Holidin yang dihubungi dari Bengkulu mengatakan kasus pencurian bunga raflesia semakin marak dalam dua tahun terakhir.

"Tidak hanya dicuri, kami juga pernah menemukan bunga yang sudah rusak total karena dipotong-potong dengan benda tajam," katanya.

Holidin bersama enam saudaranya yang melakukan pemantauan terhadap raflesia di Hutan Lindung Bukit Daun mengharapkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan bunga kebanggaan Bengkulu ini agar ditingkatkan.

Sejak melakukan pemantauan terhadap habitat bunga raflesia di sekitar Desa Tebat Monok pada tahun 1990-an, Holidin mengatakan pencurian pernah juga terjadi pada 2003.

"Waktu itu bunga yang sedang mekar dicuri, padahal kami melakukan penjagaan di pinggir jalan dengan mendirikan tenda, tapi semua yang menjaga ketiduran, akhirnya bunga hilang," ujarnya.

Holidin yang melakukan penjagaan terhadap habitat raflesia secara sukarela menilai sudah saatnya melakukan penjagaan secara rutin di kawasan hutan lindung itu.

Apalagi saat ini masih terdapat enam bonggol bunga raflesia di dalam hutan tersebut yang juga rawan dicuri.

"Seharusnya penjagaan dilakukan 24 jam, karena dari pantauan kami di lokasi yang sering ditemukan bunga mekar sudah ada penebangan liar untuk bahan penyangga cor bangunan," katanya.

Penebangan liar di lokasi habitat bunga raflesia menurutnya akan mengganggu keberadaan bonggol yang ada, sebab rawan ditimpa pohon yang ditebang tersebut.
(RNI/I016)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2012