Kupang (ANTARA News) - Wakil Bupati Lembata Viktor Mado Watun mengatakan, warga yang bermukim di lereng gunung api Lewotolok, di ujung Timur Pulau Flores, saat ini telah kembali ke rumah masing-masing.

Pemulangan para pengungsi difasilitasi pemerintah, sambil menunggu rekomendasi lanjutan dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tentang status Gunung Ile Lewotolok, kata Mado Watun, Kamis.

Mantan anggota DPRD NTT itu mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan mengenai nasib warga lereng Gunung Lewotolok yang sudah meninggalkan rumah-rumah mereka selama lebih dari sepekan ini menyusul meningkatnya status gunung Lewotolok menjadi siaga sejak 2 Januari lalu.

Dia mengatakan, lebih dari 500 warga empat desa di lerang gunung Ile Lewotolok, Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, secara resmi dipulangkan dari posko pengungsian, menggunakan angkutan pedesaan jenis truk dan dua buah mobil milik Dinas Sosial dan Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata.

"Semua sudah kita fasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing. Hari ini, Kamis (12/1) merupakan gelombang terakhir. Kita tetap menunggu perkembangan dari pemantau gunung Lewotolok," katanya.

Dia mengatakan, warga yang sudah terlebih dahulu di pulangkan ke rumah masing-masing sudah kembali beraktivitas.

Mereka yang petani sudah mulai kembali bekerja di ladang. Mereka yang nelayan sudah mulai melaut serta sekolah dasar atupun SMP yang sempat diliburkan telah melakukan kegiatan belajar mengajar, katanya.

Meski demikian, warga yang bermukim di kaki gunung api itu diimbau untuk waspada, karena hingga saat ini gunung tersebut masih berstatus siaga, meskipun aktivitas kegempaannya mulai berkurang.

Kepala Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Petrus Taran, dihubungi terpisah Kamis, menjelaskan sampai saat ini status Gunung Ile Lewotolok masih berstatus siaga.

"Belum ada rekomendasi untuk meningkatkan atau menurunkan status gunung tersebut, sehingga meskipun mulai berangsur normal, namun statusnya belum diturunkan Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sehingga harus tetap waspada," katanya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung sampai Rabu (11/1) tetap melarang warga beraktivitas di lereng tiga gunung api di Nusa Tenggara Timur yang masih berstatus waspada.
(T.B017/E001)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012