Denpasar (ANTARA News) - Festival Film Dokumenter Bali (FFDB) 2012 digelar tanpa dukungan pemerintah seperti dua perhelatan serupa dua tahun sebelumnya.

"Pada penyelenggaraan festival tahun ketiga ini, kami tidak lagi mendapat dukungan dari pihak pemerintah karena tidak ada kepastian dari Dinas Kebudayaan," kata Agung Bawantara selaku penyelenggara FFDB, di Denpasar, Sabtu.

Penulis terkenal itu mengatakan, FFDB tahun ini digelar secara mandiri dengan dukungan penuh dari "Arti Foundation", sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang seni dan budaya Bali.

Bawantara menjelaskan bahwa tema festival tahun ini adalah "Perempuan, Anak-anak, dan Semangat Kebersamaan di Tengah Keragaman".

Tema itu diharapkan dapat menyegarkan ingatan masyarakat bahwa upaya membangun semangat pluralisme harus dimulai sejak dini dan pentingnya peranan perempuan sebagai pilar utama dalam pola asuh anak.

"Ada beberapa acara yang akan digelar FFDB tahun ini, mulai lomba film dokumenter, workshop, dan pemutaran film. Pada pemutaran film tersebut akan ditayangkan 10 karya terbaik dari peserta lomba," katanya.

Nantinya dalam ajang itu akan dinilai 10 film untuk disaring menjadi lima nominator terbaik. Kemudian dari lima itu hanya ada satu pemenang yang berhak membawa pulang hadiah senilai Rp20 juta.

Sementara empat nominator lainnya akan juga mendapatkan penghargaan berupa uang tunai, masing-masing sebesar Rp3 juta.

"Guna menyebarkan informasi tentang acara tersebut kami menunjuk Marcella Zalianty sebagai Duta FFDB karena artis ini sangat peduli dengan film dokumenter. Bahkan dia telah memiliki film dokumenter yang masuk nominasi FFI," ucap.

Bawantara menuturkan bahwa karya peserta harus mengikuti ketentuan yang ada, di antaranya durasi 10-30 menit, tidak berupa iklan dan melanggar Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) serta dalam format DVD Video Pal.

Karya tersebut dikirimkan paling lambat dikirim 6 Juni 2012 kepada panitia FFDB 2012 di Jalan Akasia 28, Denpasar.
(T.KR-IGT/M038)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012