Ketua DPD ingin bumikan semboyan Ki Hajar Dewantara

Ketua DPD ingin bumikan semboyan Ki Hajar Dewantara

Ketua DPD, LaNyalla Mahmud Mattalitti, dalam kegiatan Silaturahmi Elemen Masyarakat Presidium Nasional Majelis Permusyawaratan Bumiputra Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2022). ANTARA/HO-Tim Media LaNyalla

... kita akan menghasilkan kaum terdidik atau intelektual yang beretika. Intelektual yang bermoral...
Jakarta (ANTARA) - Ketua DPD, LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan keinginannya untuk membumikan semboyan pahlawan nasional Ki Hajar Dewantora.

"Saat memberi kata pengantar untuk penerbitan buku Satu Abad Taman siswa, saya sampaikan pentingnya membumikan kembali semboyan Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani yang digagas Ki Hajar Dewantara," katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.

Baca juga: PGRI: Mundurnya pendidikan akibat abaikan nasihat Ki Hajar Dewantara

Semboyan itu bermakna, Ing Ngarso Sung Tulodo diartikan seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan. Ing Madyo Mbangun Karso, artinya seseorang di tengah kesibukannya harus mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Tut Wuri Handayani, seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang.

Hal itu dia katakan dalam Silaturahmi Elemen Masyarakat Presidium Nasional Majelis Permusyawaratan Bumiputra Indonesia.

Baca juga: DPR minta Mendikbud kembali konsep Merdeka Belajar Ki Hadjar Dewantara

Ia menjelaskan semboyan itu mengandung etika, moral yang disebut budi pekerti atau akhlak. Hal itu seharusnya menjadi esensi dari tujuan pendidikan nasional bangsa.

"Sehingga, kita akan menghasilkan kaum terdidik atau intelektual yang beretika, bermoral, dan intelektual yang berbudi pekerti luhur seperti para pendiri bangsa kita," kata politikus yang pernah menjadi ketua umum PSSI dan Badan Nasional Sepakbola Indonesia ini.

Ia berpendapat untuk memperbaiki Indonesia, harus dimulai dengan memurnikan kembali demokrasinya. Artinya, mengembalikan demokrasi kepada kaum intelektual yang beretika, bermoral dan berbudi pekerti luhur.

Baca juga: Praktisi pendidikan: Bumikan lagi ajaran Ki Hadjar Dewantara

"Indonesia merdeka oleh kaum intelektual. Kaum yang beretika, bermoral dan berbudi pekerti luhur, yaitu para pendiri bangsa kita," katanya.

Semboyan itu demi perwujudan kecintaan kepada Tanah Air, dan demi satu harapan mulia, agar tumbuh generasi yang lebih sempurna.

Baca juga: ANTARA Doeloe : Bintang 2 untuk Djendral Sudirman dan Ki Hadjar Dewantara

Hadir dalam kegiatan itu mantan Wakil Presiden, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Ketua Umum PPAD, Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Munardo, Kordinator Presidium Nasional Majelis Permusyawaratan Bumi Putra Indonesia, Zulkifli S Ekomei, Presidium Majelis Permusyawaratan Bumiputra Indonesia, Achmad Mubarok, dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Bambang Darmono.

Baca juga: Mendikbud ziarahi makam Ki Hadjar Dewantara

Pewarta: Fauzi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar