Jakarta (ANTARA) - Massa aksi 1706 yang terdiri dari Front Persaudaraan Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan GNPF-Ulama meninggalkan lokasi unjuk rasa Kedubes India yang terletak di depan Gama Tower, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat petang.

Lokasi terlihat mulai sepi usai massa Aksi 1706 serta mobil komando meninggalkan Jalan HR Rasuna Said. Tak lupa, massa juga memungut sampah agar lokasi tetap bersih.

Baca juga: Pedemo gelar Shalat Ashar berjamaah di depan Kedubes India

Demonstrasi selesai dengan suasana kondusif pada jam 17.00 WIB ditutup dengan doa dan pidato penutup dari Ketua Bidang Advokasi DPP FPI, Aziz Yanuar.

Sebelum pembubaran demonstrasi, Aziz menyampaikan kalau pihaknya tidak takut dengan penghina Islam atau pelaku "Islamophobia".

"Yang jelas kita tidak akan tinggal diam terhadap penghinaan agama Islamophobia siapapun pelakunya. Jangankan India, polisi dunia pun kita lawan. Jangan macam macam dengan umat Islam," kata Aziz.

Baca juga: Ratusan anggota Polri amankan demo di Kedubes India

Sebelumnya, empat perwakilan massa Aksi 1706 berkesempatan bertemu pihak pengelola gedung Kedubes India untuk menyampaikan aspirasi, yakni Ketua Bidang Advokasi DPP FPI Aziz Yanuar, Ustaz Awit Mashuri, Buya Mukur Tubi Jailani, dan Ustaz Feri sebagai koordinator lapangan.

"Tadi kita diterima oleh pihak yang mengelola kemudian mereka sampaikan bahwa aspirasinya mereka terima nanti disampaikan. Karena menurut mereka gedung sudah tutup, karena hari ini sudah libur," tutur Aziz.

Demonstrasi dari massa Aksi 1706 ini menyampaikan ketidaksetujuan mereka usai juru bicara Partai Bharatiya Janata dari India, Nupur Sharma dianggap menghina Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Otoritas India belum koordinasi soal nelayan tertangkap di Aceh

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Taufik Ridwan
Copyright © ANTARA 2022