Xinjiang di China catat peningkatan perdagangan luar negeri

Xinjiang di China catat peningkatan perdagangan luar negeri

Daerah Otonom Uighur Xinjiang di China barat laut mencatatkan peningkatan perdagangan luar negeri. ANTARA/Xinhua/aa.

Jakarta (ANTARA) - Daerah Otonom Uighur Xinjiang di China barat laut mencatatkan peningkatan perdagangan luar negeri seiring dengan melonjaknya jumlah perjalanan kereta kargo China-Eropa, pembangunan dan pengembangan pelabuhan darat serta kawasan berikat komprehensif.

Daerah itu membukukan total perdagangan luar negeri senilai lebih dari 67,4 miliar yuan (1 yuan = Rp2.210) dalam lima bulan pertama 2022, naik 30,9 persen secara tahunan (year on year).

Bea Cukai Urumqi, ibu kota Daerah Otonom Uighur Xinjiang, menyampaikan bahwa dari Januari hingga Mei, daerah itu melakukan perdagangan dengan 157 negara dan kawasan.

Sejak awal tahun ini, jumlah rute kereta kargo China-Eropa via Pelabuhan Alashankou di Xinjiang telah mencapai 80, yang berangkat dari 24 wilayah setingkat provinsi di China menuju 13 negara, termasuk Jerman, Rusia, dan Hongaria.

Xinjiang memiliki dua dari empat pelabuhan utama di negara tersebut untuk layanan kereta kargo China-Eropa.

Pada 2011, Pelabuhan Alashankou mencatatkan perjalanan perdana layanan kereta itu yang bertolak menuju Duisburg, Jerman. Lima tahun kemudian, Pelabuhan Horgos menyambut kereta kargo China-Eropa pertamanya.

Sejak pembukaan layanan kereta kargo China-Eropa dan China-Asia Tengah, pelabuhan Horgos dan Alashankou mencatatkan lebih dari 50.000 perjalanan kereta kargo China-Eropa. Pada 2021, kereta kargo China-Eropa mengangkut 1,46 juta TEU (twenty-foot equivalent unit) barang senilai 74,9 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp14.860), menyumbang 8 persen dari total perdagangan antara China dan Eropa, menurut China Railway Urumqi Bureau Group Co., Ltd.

Xinjiang memiliki empat kawasan berikat komprehensif di Kashgar, Alashankou, Horgos, dan Urumqi.

Dari Januari hingga April 2022, total volume impor dan ekspor di empat kawasan berikat tersebut tercatat 9,5 miliar yuan, menyumbang 18,3 persen dari total perdagangan luar negeri Xinjiang selama periode tersebut, papar Bea Cukai Urumqi.

Meski beberapa perusahaan menghadapi tekanan kekurangan bahan baku dan pengurangan pesanan pada tahap awal epidemi, otoritas setempat membantu mereka untuk melanjutkan kembali dan meningkatkan produksi.

"Kini, proses pemberian izin bea cukai (customs clearance) berjalan sangat cepat, dan perusahaan-perusahaan menerima semakin banyak pesanan. Dalam empat bulan pertama tahun ini, volume perdagangan kami tercatat mendekati 100 juta yuan," urai Tursunay Gheni, kepala sebuah perusahaan dagang terkait teknologi di kawasan berikat komprehensif Kashgar. 


 

Pewarta: Xinhua
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar