Pemkab Minahasa Selatan bangun 120 hunian sementara pascaabrasi

Pemkab Minahasa Selatan bangun 120 hunian sementara pascaabrasi

Sejumlah warga menyelamatkan harta bendanya di pemukiman sekitar lokasi terdampak abrasi di Pantai Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Kamis (16/6/2022). Pemerintah setempat mengeluarkan imbauan evakuasi pada warga yang bermukim di sekitar lokasi terdampak untuk mengantisipasi adanya potensi korban jiwa bila terjadi abrasi susulan. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/wsj. (1)

Manado (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulut), membangun sebanyak 120 unit hunian sementara pascabencana abrasi Pantai Amurang.

"Saat ini dibangun hunian sementara di Kilo Dua, jalan menuju Ranoketang untuk warga yang terdampak bencana abrasi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Selatan Thorie R Joseph di Manado, Kamis.

Baca juga: Abrasi pantai Amurang-Minahasa Selatan robohkan 15 rumah dan jembatan

Menurut dia, anggaran pembangunan 120 unit hunian sementara itu sepenuhnya menggunakan dana pemerintah daerah.

"Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp1,5 miliar dari APBD," kata Thorie.

Dia berharap bangunan hunian sementara tersebut dapat diselesaikan pada pekan depan sehingga warga yang kehilangan tempat tinggal segera dapat  menempati rumah tersebut.

Baca juga: Peneliti BRIN jelaskan dugaan awal penyebab abrasi di Amurang Minahasa

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan tetap menjamin ketersediaan makanan untuk warga yang akan menempati hunian sementara.

"Jadi akan diatur dengan baik keluarga-keluarga yang akan menempati hunian sementara tersebut, karena bisa saja dalam satu keluarga ada delapan orang," katanya.

Hunian sementara yang dibangun Pemkab Minahasa Selatan tersebut dilengkapi bilik dan teras.

Baca juga: Baznas ajak masyarakat Sulut bantu korban bencana Amurang

Abrasi menggerus Pantai Amurang pada Rabu (15/6). Puluhan rumah, penginapan, jalan, dan jembatan di Kelurahan Uwuran Satu dan Bitung roboh.

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar