Pakar kaji penyebab bencana abrasi di pesisir Amurang-Minsel

Pakar kaji penyebab bencana abrasi di pesisir Amurang-Minsel

Seorang warga melihat ke arah salah satu ruas jalan raya yang terputus akibat abrasi pesisir pantai di Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Kamis (16/6/2022). Bencana abrasi pantai sepanjang kurang lebih 75 meter yang terjadi pada Rabu (15/6) petang tersebut, menghanyutkan setidaknya 25 rumah warga, sejumlah resor dan hotel, memutus ruas jalan raya, merubuhkan infrastruktur jembatan serta merusak sejumlah fasilitas umum. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/wsj. (1)

Manado (ANTARA) - Para pakar dari beberapa disiplin ilmu akan melakukan kajian penyebab bencana rubuhnya rumah, jalan dan jembatan di pesisir Amurang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

"Kami masih menunggu apa rekomendasi yang diberikan para pakar setelah mereka turun melakukan kajian," sebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Minahasa Selatan, Thorie R Joseph di Manado, Kamis.

Tim pakar yang akan turun pada pekan depan, nantinya akan mengungkap penyebab bencana di kabupaten tersebut.

Rekomendasi tim nantinya juga akan memberikan jawaban apakah wilayah tersebut masih layak huni atau tidak.

Baca juga: Pemkab Minahasa Selatan bangun 120 hunian sementara pascaabrasi

Baca juga: Baznas ajak masyarakat Sulut bantu korban bencana Amurang


"Jadi kita masih menunggu rekomendasi tim tersebut," katanya.

Dia menyebutkan, tim pakar tersebut terdiri dari ahli geologi, Balai Wilayah Sungai (BWS), wakil dari Universitas Sam Ratulangi serta tim terkait lainnya.

Bencana di pesisir pantai Amurang, kata Thorie, belum bisa dipastikan penyebabnya.

"Material yang tersapu abrasi seperti tersedot. Kalaupun dibilang likuefaksi pasti ada gempa yang terjadi waktu itu. Mudah-mudahan setelah tim ahli turun bisa menjawab penyebab bencana itu," katanya optimistis.

Rabu pekan lalu, abrasi menggerus pesisir pantai Amurang. Puluhan rumah, penginapan, jalan dan jembatan di Kelurahan Uwuran Satu dan Bitung, ambrol.*

Baca juga: Pertamina siapkan bright gas bantu korban bencana Amurang

Baca juga: BMKG tegaskan tak benar opini cuaca ekstrem-gempa bumi Pantai Amurang

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar