Kemdikbudristek: Jumlah pendaftar KIP Kuliah meningkat di SBMPTN 2022

Kemdikbudristek: Jumlah pendaftar KIP Kuliah meningkat di SBMPTN 2022

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nizam berbicara dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN Tahun 2022 di Gedung D Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi di Jakarta, Kamis (23/6/2022). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengatakan jumlah pendaftar Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 2022 yakni sebanyak 226.955 orang dibanding tahun lalu sebanyak 198.281 orang.

“KIP Kuliah berdasarkan nilai potensi akademiknya, jadi ada anak-anak tidak diterima KIP bukan apa-apa tapi tidak masuk peringkat," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Nizam dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN Tahun 2022 di Gedung D Kemdikbudristek di Jakarta, Kamis.

Nizam mengatakan minat peserta KIP Kuliah meningkat karena beasiswa KIP Kuliah disesuaikan dengan biaya pendidikan berdasarkan program studi dan biaya hidup di tiap daerah sehingga meningkatkan kepercayaan diri para peserta untuk mendaftar KIP Kuliah.

Baca juga: Nizam: KIP Kuliah beri kesempatan mahasiswa belajar di kota-kota besar

Faktor lain adalah anggaran pemerintah yang dialokasikan untuk KIP Kuliah meningkat sehingga memperluas kesempatan bagi lebih banyak peserta untuk mendaftar.

Kemdikbudristek menaikkan anggaran KIP Kuliah Tahun 2021 menjadi Rp2,5 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,3 triliun.

Berdasarkan hasil seleksi jalur SBMPTN 2022, 10 provinsi peserta KIP Kuliah diterima terbanyak adalah Jawa Timur sebanyak 9.679 orang, Sumatera Utara sebanyak 6.296 orang, Jawa Tengah sebanyak 5.661 orang, Jawa Barat sebanyak 4.271 orang, dan Sumatera Barat sebanyak 4.014 orang.

Kemudian, ada Nusa Tenggara Timur sebanyak 3.809 orang, Sulawesi Selatan sebanyak 3.698 orang, Aceh sebanyak 3.105 orang, Sulawesi Tenggara sebanyak 2.188 orang, serta Lampung sebanyak 2.056 orang.

Sementara, 10 perguruan tinggi negeri penerima peserta KIP Kuliah terbanyak adalah Universitas Nusa Cendana sebanyak 2.195 orang, Universitas Negeri Makasar sebanyak 2.124 orang, Universitas Negeri Surabaya sebanyak 2.061 orang, dan Universitas Lampung sebanyak 2.048 orang.

Selanjutnya, ada Universitas Trunojoyo Madura sebanyak 1.972 orang, Universitas Negeri Padang sebanyak 1.925 orang, Universitas Haluoleo sebanyak 1.811 orang, Universitas Negeri Gorontalo sebanyak 1.810 orang, Universitas Tadulako sebanyak 1.795 orang, serta Universitas Negeri Medan sebanyak 1.773 orang.

Baca juga: Kemendikbudristek beri apresiasi pada penyelenggara KIP terbaik

Para peserta KIP Kuliah yang lulus SBMPTN 2022 akan diverifikasi untuk menentukan kelayakan mendapatkan bantuan beasiswa tersebut, termasuk memeriksa kondisi ekonominya.

Sebelumnya, untuk KIP Kuliah, biaya pendidikan per mahasiswa mencakup program studi A sebesar Rp8 juta per semester, program studi B sebesar Rp4 juta per semester dan program studi C sebesar Rp2,4 juta per semester.

Selanjutnya, biaya hidup yang sebelumnya dipatok Rp700.000 per semester, mengalami peningkatan pada 2021 dan dibagi lima klaster daerah sesuai Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019.

Lima klaster tersebut adalah klaster satu Rp800.000 per semester, klaster dua sebesar Rp950.000 per semester, klaster tiga Rp1.100.000 per semester, klaster empat sebesar Rp1.250.000 per semester, dan klaster lima yakni Rp1.400.000 per semester.

Baca juga: UIN tingkatkan kemampuan penerima KIP Kuliah menulis karya ilmiah

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar