Afsel laporkan kasus pertama cacar monyet, tak terkait perjalanan

Afsel laporkan kasus pertama cacar monyet, tak terkait perjalanan

Telapak tangan pasien kasus cacar monyet dari Lodja, sebuah kota berlokasi di dalam Zona Kesehatan Katako-Kombe, terlihat selama penyelidikan kesehatan di Republik Demokratik Kongo pada 1997. ANTARA FOTO/Brian W.J. Mahy/CDC/Handout via REUTERS/RWA/djo

Johannesburg (ANTARA) - Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya telah menerima informasi dari layanan laboratorium negara tersebut bahwa mereka mengkonfirmasi adanya kasus cacar monyet pertama di Afsel.

Pasien kasus tersebut adalah seorang pria berusia 30 tahun dari Johannesburg yang tak memiliki catatan perjalanan, "artinya ini tidak dapat dihubungkan dengan penularan dari luar Afrika Selatan," kata Phaahla dalam konferensi pers.

Proses pelacakan kontak telah dilakukan, katanya, menambahkan. 

Cacar monyet merupakan penyakit menular yang menyebabkan gejala seperti flu dan kondisi lesi kulit. Penyakit tersebut merupakan endemi di beberapa bagian Afrika namun tidak di Afrika Selatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan memutuskan pada Kamis apakah mereka akan mengumumkan cacar monyet sebagai kedaruratan kesehatan global.

Langkah tersebut mengundang kritik dari sejumlah ilmuwan terkemuka Afrika yang mengatakan bahwa penyakit tersebut telah menjadi krisis bagi sejumlah negara Afrika selama bertahun-tahun.


Sumber: Reuters

Baca juga: WHO ungkap 8 negara Afrika laporkan kasus cacar monyet

Baca juga: Afrika laporkan 1.597 kasus dugaan cacar monyet dengan 66 kematian


 

Cari tahu tentang cacar monyet dan pahami cara pencegahannya

 

Penerjemah: Aria Cindyara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar