KBRI Singapura kawal proses pemulangan jenazah CPMI ke Indonesia

KBRI Singapura kawal proses pemulangan jenazah CPMI ke Indonesia

Kantor KBRI di Singapura. ANTARA/Naim.

Batam (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura akan terus mengawal proses pemulangan jenazah calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Indonesia yang ditemukan di perairan Singapura.

“Betul, kami akan terus mengawal dan kami sudah koordinasi intensif dengan kepolisian Singapura dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri terkait proses pemulangannya,” ujar Kepala Koordinasi Fungsi Pensosbud KBRI Singapura, Ratna Lestari saat dihubungi Antara di Batam Kepulauan Riau, Kamis.

Ratna menjelaskan, pada dasarnya pemulangan jenazah CPMI atas nama Lalu Ahmat Sapii umur 38 tahun ini tinggal menunggu izin dari pemerintah Singapura.

“Intinya jika sudah ada kejelasan, baik dari pemerintah Indonesia yaitu KBRI Singapura, Kemenlu dan BP2MI dengan Kepolisian Singapura, termasuk ijin pemulangannya yang diberikan oleh pemerintah Singapura, maka kita akan proses pemulangannya,” katanya.

Baca juga: Satu jenazah PMI asal NTB korban kapal kecelakaan ditemukan tim SAR

Baca juga: Satu jenazah diduga PMI hilang di Batam ditemukan di Singapura


Untuk saat ini, kata Ratna, pihaknya masih menunggu pemeriksaan terhadap jenazah yang dilakukan oleh Kepolisian Singapura.

“Masih menunggu hasil otopsi dan lain-lainnya dulu,” ungkapnya.

Diberitakan BP2MI Provinsi Kepulauan Riau sudah memastikan bahwa jenazah yang ditemukan perairan Singapura adalah calon PMI yang hilang di perairan Nongsa, Batam.

“Setelah dilakukan pendalaman terhadap 23 orang PMI korban selamat, bahwa benar jenazah tersebut merupakan salah satu teman mereka yang dinyatakan hilang,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI Mangiring Sinaga dari keterangan tertulis yang diterima Antara di Batam Kepulauan Riau, Rabu (22/6).

Adapun Identitas jenazah adalah Lalu Ahmat Sapii umur 38 tahun, berjenis kelamin pria dan berasal dari Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ditemukan juga Kartu Tanda Penduduk (KTP) korban, Surat Izin Mengemudi (SIM) C milik korban serta KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri) yang tidak berlaku lagi diterbitkan 27 Mei 2013 milik korban,” ucap Mangiring.*

Baca juga: KDEI Taipei gandeng PCINU Taiwan gelar pelatihan pemulasaraan jenazah

Baca juga: Tujuh jenazah korban kapal tenggelam di Malaysia asal NTB dimakamkan


Pewarta: Ilham Yude Pratama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar