Telaah

Hari Matariki Selandia Baru sebagai pengingat, perayaan dan penantian

Oleh Kevin Burnett*

Hari Matariki Selandia Baru sebagai pengingat, perayaan dan penantian

Ucapan selamat Tahun Baru Maori. (ANTARA/HO-Kedubes Selandia Baru di Jakarta)

Jakarta (ANTARA) - Aoteaora Selandia Baru pada Jumat (24/6) secara resmi merayakan hari Matariki.

Ini adalah pertama kalinya Selandia Baru secara resmi mengakui Te Ao Māori atau dunia Māori dengan menjadikan hari tersebut sebagai hari nasional sekaligus hari libur umum.

Matariki merupakan hari yang istimewa dan salah satu keunikan di Selandia Baru.

Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mengakui tikanga Māori atau budaya dan adat Māori serta merayakan identitas bangsa Selandia Baru.

Bagi warga Selandia Baru, Matariki adalah waktu untuk mengenang masa lalu, merayakan apa yang kita miliki, dan menatap masa depan.

Untuk semua iwi atau suku Māori, pentingnya Matariki diungkapkan melalui peribahasa dan lagu yang menghubungkannya dengan bintang terang Whānui atau Vega.

Potongan lirik lagu itu berupa “Ka puta Matariki ka rere Whānui, Ko te tohu tēnā o te tau e!” mengartikan Matariki telah muncul kembali, Whānui memulai penerbangannya. Ini Menjadi tanda tahun baru!”.

Matariki atau “Ngā Mata o te Ariki Tāwhirimātea ‘mata dewa Tāwhirimātea” mengacu pada gugusan besar bintang yang umumnya dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Pleiades.

Ini adalah konstelasi yang mempunyai arti penting bagi banyak budaya di seluruh dunia.

Di Selandia Baru, Matariki biasa terlihat rendah di cakrawala timur laut, di ekor Bima Sakti, tepat sebelum fajar di pertengahan musim dingin.

Menurut kalender lunar tradisional Māori, Maramataka, tahun baru dimulai dengan kemunculan kembali gugusan bintang Matariki.

Merayakan masa kini

Pernyataan “Ngā kai a Matariki, nāna i ao ake ki runga” mengartikan “Makanan Matariki, disendokanya”.

Seperti kemunculan kembali bintang Matariki di langit malam yang menandai awal tahun baru bagi warga Selandia baru, dengan gembira pemerintah menyampaikan perbatasan Selandia Baru akan dibuka kembali untuk semua pengunjung mulai pukul 23.59 pada tanggal 31 Juli 2022.

Ini akan menjadi langkah terakhir dalam tahapan pembukaan kembali perbatasan di Selandia Baru.

Pemerintah akan membuka akses masuk ke Selandia Baru kepada semua orang termasuk turis, perwakilan bisnis, pekerja, keluarga, dan pelajar.

Hal itu diharapkan menjadi kabar bahagia bagi keluarga, rekan bisnis, dan komunitas migran yang telah terpisah selama hampir dua setengah tahun karena pandemi COVID-19.

Pemerintah Selandia Baru telah memberlakukan pengecualian perbatasan untuk siswa internasional, yang berarti para pelajar bisa datang ke Selandia Baru segera setelah visa mereka disetujui oleh Imigrasi Selandia Baru.

Sudah saatnya masyarakat terhubung kembali, membangun kembali, dan bekerja kembali menuju pemulihan.

Saat ini adalah waktu yang paling penting, lebih penting dari sebelumnya untuk bisa bersama sama mendukung sistem perdagangan dan keuangan yang terbuka, patuh dengan aturan, memiliki kepastian, dan tidak diskriminatif.

Seluruh masyarakat harus menyadari pentingnya tatanan internasional berbasis aturan dan lembaga multilateral yang mendukungnya, dan memainkan peran kita dalam menegakkan aturan dan norma yang telah dikembangkan melalui konsensus, agar bermanfaat bagi seluruh negara.

Upaya mempromosikan integrasi ekonomi juga menjadi sangat penting jika ingin secara kolektif mempercepat pemulihan ekonomi berkelanjutan di negara dan kawasan kita dari COVID-19.

Tema Kepresidenan G20 Indonesia Recover Together, Recover Stronger mencerminkan semangat dari ambisi ini.

Kemakmuran global dan peluang serta tantangan ekonomi merupakan hal yang saling terkait, jadi kita harus bekerja bersama untuk kemakmuran bersama.

Indonesia dan Selandia Baru telah menikmati lebih dari 60 tahun hubungan bilateral.

Sebagai mitra komprehensif dan sesama negara demokrasi di Indo-Pasifik, Indonesia adalah mitra penting bagi Selandia Baru.

Bukan merupakan satu kebetulan ketika Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta membuat keputusan untuk mengunjungi Jakarta dalam perjalanan perdana setelah pengukuhannya sebagai Menteri Luar Negeri pada November 2021.

Saat masyarakat menghadapi tantangan global, Aotearoa Selandia Baru percaya bahwa kedua negara harus terus mengikuti panduan nilai dan prinsip yang dimiliki.

Selandia Baru berkomitmen untuk menjadi mitra yang saling menghormati, terbuka, transparan, konsisten dan konstruktif untuk Indonesia, ASEAN, dan kawasan sekitarnya.

Dengan demikian, kedua negara dapat bersama-sama memperkuat kemitraan untuk memastikan kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera.

Melihat ke masa depan

Kalimat “Matariki atua ka eke mai i te rangi e roa, E whāngainga iho ki te mata o te tau e roa e” memiliki arti “Matariki yang agung muncul dari surga yang jauh, menganugrahkan buah pertama tahun ini kepada kami”.

Munculnya bintang Matariki yang jernih dan terang secara tradisional menandakan musim yang menguntungkan dan produktif.

Aotearoa Selandia Baru bersiap untuk menyambut pengunjung internasional dan sangat senang dapat memperluas nilai manaakitanga yang dimiliki atau keramahan, kebaikan, kemurahan hati, dukungan - proses menunjukkan rasa hormat dan kepedulian terhadap orang lain.

Selandia Baru akan segera terbuka kembali untuk kunjungan bisnis, dan diharapkan dapat terhubung kembali dengan dunia secara langsung melalui kanohi ki te kanohi atau tatap muka, secara langsung.

Pemerintah mengundang semua untuk datang ke Selandia Baru dan merasakan manaakitanga Kiwi, karena kami merangkul janji tiaki atau “peduli terhadap orang, tempat dan budaya”.


*) Kevin Burnett adalah Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia.

COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar