Beijing (ANTARA) - Wahana pengorbit (orbiter) dan penjelajah China Tianwen-1 berhasil menyelesaikan misi eksplorasi ilmiah sesuai target, menurut pengumuman Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) pada Rabu (29/6).

Hingga Rabu, wahana pengorbit Tianwen-1 telah beroperasi secara normal selama 706 hari. Wahana pengorbit itu telah memperoleh data gambar resolusi menengah yang mencakup keseluruhan planet Mars, dengan semua muatan ilmiahnya telah merealisasikan survei global, kata CNSA.

Hingga saat ini, wahana pengorbit itu telah mengelilingi Mars sebanyak 1.344 kali. Untuk misi-misi mendatang, wahana itu akan terus melakukan survei penginderaan jauh terhadap keseluruhan planet Mars dan memperluas eksperimen teknologi, kata CNSA.

Wahana antariksa Tianwen-1 terdiri atas wahana pengorbit, wahana pendarat (lander), dan wahana penjelajah Zhurong. Pada 15 Mei 2021, wahana itu mendarat di area pendaratan yang telah ditentukan sebelumnya di Utopia Planitia, sebuah dataran luas di Mars, menandai kali pertama China mendaratkan wahana antariksa di planet itu.

Wahana penjelajah Zhurong mulai berpatroli di Mars pada 22 Mei 2021.

Per 15 Agustus 2021, Zhurong telah menyelesaikan misi 90 hari Mars sesuai rancangan, dan terus beroperasi untuk penjelajahan lebih lanjut.

Setelah melakukan perjalanan sekitar 1.921,5 meter di permukaan Mars, Zhurong pada 18 Mei tahun ini dialihkan ke mode nonaktif (dormant) karena musim dingin yang sangat "menusuk" dan cuaca berdebu di Planet Merah. Wahana itu akan kembali beroperasi sekitar Desember ini ketika kondisi lingkungannya lebih baik.

Setelah dua tahun penerbangan dan penjelajahan, wahana penjelajah dan pengorbit itu telah mengumpulkan 1.040 gigabita (GB) data ilmiah mentah dengan 13 muatan ilmiah di dalamnya.

Diterima dan diproses di Bumi, data tersebut akan dibentuk menjadi produk data ilmiah standar. Produk itu kemudian akan dikirim ke sejumlah ilmuwan untuk analisis lebih lanjut dan diinterpretasikan setiap bulan. Hasil-hasil terkait telah dipublikasikan di sejumlah jurnal terkenal di dalam dan luar China.

Data ilmiah ini akan terbuka bagi para ilmuwan di seluruh dunia. China menyambut para ilmuwan global untuk mengajukan penelitian terkait dan bersama-sama mendorong penjelajahan alam semesta, kata CNSA.

Sejalan dengan semangat keterbukaan dan berbagi, CNSA akan secara aktif mendorong kerja sama dengan badan antariksa dan komunitas ilmiah semua negara, imbuh lembaga itu.

CNSA telah berbagi data wahana pengorbit Mars dengan NASA dan Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) dan bekerja sama dengan mereka dalam perkiraan tabrakan.

Zhurong dan Mars Express, pesawat antariksa milik ESA, melakukan uji komunikasi relay di orbit.

Di sekitar transit Mars, CNSA melakukan pengamatan okultasi Matahari dan angin Matahari bersama dengan observatorium di Rusia, Jerman, Italia, Australia, Afrika Selatan, dan negara-negara lain, dengan menggunakan wahana pengorbit dari wahana antariksa Tianwen-1 dan Mars Express.

Semua kerja sama global ini telah mencapai hasil yang luar biasa, memperkaya pengetahuan umat manusia, dan berkontribusi pada pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia dalam domain ilmu pengetahuan, kata CNSA. 


 

Pewarta: Xinhua
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2022