Makan jangan kebablasan, pesan dokter untuk masyarakat saat Idul Adha

Makan jangan kebablasan, pesan dokter untuk masyarakat saat Idul Adha

Sejumlah siswa dan warga membakar sate daging hewan kurban bersama-sama di kawasan Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Senin (12/8/2019). ANTARA FOTO/Maulana Surya/aww.

Jakarta (ANTARA) - Menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu (10/7), Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Nugrahayu Widyawardani MGz, SpGK, AIFO-K berpesan agar masyarakat tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan demi mencegah munculnya berbagai jenis penyakit.

Makan secara berlebihan menyimpan ancaman tersembunyi, tidak hanya bagi kalangan yang memiliki penyakit jantung, kolesterol hingga hipertensi, namun juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan bagi mereka yang sehat.

“Apalagi (warga) kita yang akrab dengan tradisi makan daging dan opor saat ada perayaan besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha, sangat penting untuk tahu apa yang kita konsumsi”, kata dr. Nugrahayu saat dihubungi ANTARA pada Kamis malam (30/6).

Baca juga: Lima kondisi kesehatan yang wajib diwaspadai setelah lebaran

Baca juga: Konsumsi serat yang cukup bisa jaga kadar kolesterol dan gula darah


“Untuk mereka yang sehat boleh mengkonsumsi apa saja, tapi jangan sampai berlebihan juga”, kata lanjut dokter yang akrab disapa dr. Nugra.

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, kentang dan umbi-umbian. Jangan lupa juga untuk minum air putih delapan gelas per hari untuk orang dewasa.

“Untuk anak dan balita, minum air putihnya disesuaikan dengan usia dan berat badannya”, tambah dr. Nugra.

Menurut dia, menjaga asupan gula dan garam juga penting untuk diperhatikan.

“Untuk sehari maksimal mengkonsumsi garam adalah satu sendok teh, sedangkan untuk (konsumsi) gula maksimal empat sampai lima sendok makan per harinya. Bagi mereka yang diabetes, maksimal dua sampai tiga sendok makan per hari”, jelas dr. Nugra.

Bagi mereka dengan penyakit jantung dan stroke bisa melakukan diet rendah kolesterol.

“Kalau mereka (penderita jantung dan stroke) ingin makan daging, bisa memilih daging dengan lemak putih yang sedikit, dan hindari santan. Konsumsi susu low fat, dan kalau masak minyaknya jangan terlalu banyak, cukup untuk oseng”, kata dokter yang sekarang berpraktik di rumah sakit Primaya Hospital.

Lanjut dr. Nugra, selalu ingat untuk mengkonsumsi makanan berserat dan buah saat mengkonsumsi daging. Makanan berserat bisa didapat dari labu siam rebus, timun, tomat dan selada. Sedangkan untuk buah, konsumsi buah yang banyak air dan tidak terlalu manis seperti apel, pir, pepaya, melon dan jeruk.

“Jangan lupa untuk melakukan olahraga. Untuk mereka yang sehat disarankan berolahraga 150 menit setiap minggu. Sedangkan bagi mereka penderita diabetes, disarankan berolahraga 180 menit setiap minggu”, ujar dokter yang juga mengajar di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta ini.

Bagi mereka yang memiliki diabetes bisa memilih untuk melakukan senam diabetes dan senam jantung untuk yang memiliki penyakit jantung.

“Stress management dan tidur yang cukup juga penting untuk menjaga kesehatan”, tegas dr. Nugra.

Baca juga: Hipertensi dan kolesterol dominan diderita jamaah calon haji Aceh

Baca juga: Kebanyakan minum espreso bisa sebabkan kolesterol lebih tinggi

Baca juga: Khasiat kismis hitam, cegah anemia hingga melawan kolesterol jahat


Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar