Kiat terhindar dari MyPertamina palsu hingga ganja medis perlu kajian

Kiat terhindar dari MyPertamina palsu hingga ganja medis perlu kajian

Aplikasi MyPertamina. ANTARA/Egan Suryahartaji.

Jakarta (ANTARA) - Aplikasi MyPertamina yang dibuat oleh PT. Pertamina dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan unduhan namun momentum ini juga menimbulkan kehadiran aplikasi- aplikasi palsu. Kemudian ada berita dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyebutkan penggunaan ganja medis saat ini masih memerlukan pengkajian.

Selain dua berita di atas, masih ada beberapa berita yang siar pada Senin (4/7) namun masih relevan dan menarik untuk anda baca, berikut rangkumannya;

1.Langkah terhindar dari aplikasi "MyPertamina" palsu

Pertamina pun melalui media sosialnya sudah mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati- hati dan mengunduh hanya dari pusat aplikasi resmi untuk pengguna Android di Google Playstore sedangkan untuk pengguna iOS bisa mengunduhnya di Apps Store.

2.BKKBN sarankan jarak kehamilan ideal minimal tiga tahun

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Eni Gustina menyarankan jarak kehamilan idealnya minimal tiga tahun dari kelahiran anak sebelumnya, guna mencegah stunting atau gagal tumbuh pada anak.

3.R. Kelly dalam pengawasan "bunuh diri" jalani hukuman 30 tahun penjara

R.Kelly mendapatkan pengawasan "bunuh diri" di tengah berjalannya hukuman penjara 30 tahun setelah dinyatakan terbukti melakukan kejahatan pelecehan seksual memanfaatkan ketenarannya sebagai musisi di Amerika Serikat.

4.Renault Kiger mencapai tonggak produksi 50 ribu unit

Renault India mengumumkan bahwa mereka telah mencapai tonggak produksi utama 50.000 unit untuk SUV crossover Kiger yang pertama kali diluncurkan di pasar mobil India pada 15 Februari 2021.

5.IDI: Penggunaan ganja medis masih perlu kajian mendalam

Pengkajian yang mendalam terkait ganja medis di Tanah Air diperlukan guna memastikan keamanan dan keselamatan pasien.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar