Kota Sydney Australia hadapi ancaman darurat cuaca basah dan banjir

Kota Sydney Australia hadapi ancaman darurat cuaca basah dan banjir

   Menteri Manajemen Darurat Murray Watt mengatakan bahwa banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tanpa henti itu adalah "situasi yang sangat serius" sekaligus merupakan bukti lebih lanjut tentang realitas nyata perubahan iklim di Australia.

Sidney (ANTARA) - Hujan deras di pesisir tenggara Australia sejak Sabtu (2/7) kembali merendam Sydney dan sebagian besar wilayah tenggara New South Wales (NSW) dengan banjir bandang dan cuaca buruk.

Gubernur NSW Dominic Perrottet berbicara kepada publik pada Senin (4/7), mendesak penduduk di daerah yang terkena dampak untuk mengikuti instruksi darurat.
 
   "Saya ingin terus meminta masyarakat untuk mengikuti instruksi dari State Emergency Service (SES). Jika muncul peringatan evakuasi, bersiap-siaplah untuk mengungsi. Jika ada perintah evakuasi, bersegeralah pergi."   Tujuh pusat evakuasi darurat telah didirikan di daerah-daerah yang terdampak paling parah di negara bagian itu.


Dia mengatakan SES NSW telah menerima 1.593 permintaan bantuan dalam semalam hingga Senin pagi (4/7), dan pada saat yang sama, sejumlah petugas SES telah melakukan 83 evakuasi banjir.

Di seluruh negara bagian tersebut dan di Sydney, saat ini terdapat 70 perintah evakuasi yang berdampak terhadap lebih dari 32.000 orang.
 
   Tujuh pusat evakuasi darurat telah didirikan di daerah-daerah yang terdampak paling parah di negara bagian itu.   Menteri Manajemen Darurat Murray Watt mengatakan bahwa banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tanpa henti itu adalah "situasi yang sangat serius" sekaligus merupakan bukti lebih lanjut tentang realitas nyata perubahan iklim di Australia.


Kondisi hujan dan badai diperkirakan akan berlanjut sebelum mereda pada Selasa (5/7). Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology/BoM) mengatakan sejumlah wilayah di negara bagian itu akan menerima tambahan curah hujan 50 hingga 100 mm, yang dapat terus memicu banjir bandang.

Banjir yang terjadi secara tiba-tiba itu sebagian disebabkan oleh meluapnya bendungan utama NSW yang telah mencapai kapasitas 100 persen karena musim panas yang basah secara historis di Australia.
 
   Menteri Manajemen Darurat Murray Watt mengatakan bahwa banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tanpa henti itu adalah "situasi yang sangat serius" sekaligus merupakan bukti lebih lanjut tentang realitas nyata perubahan iklim di Australia


"Prosesnya dari sini adalah bahwa pemerintah NSW perlu secara resmi mengumumkan keadaan bencana. Kami berharap itu akan segera direalisasikan dan akan memicu berbagai dukungan dari pemerintah federal dan negara bagian," kata Watt kepada penyiar nasional ABC News pada Senin pagi. Selesai


 

Pewarta: Xinhua
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar