Angie ke Babak Utama Kia International Canberra

Jakarta (ANTARA News) - Petenis putri yang pernah menjadi ikon tenis tanah air, Angelique "Angie" Widjaja melaju ke babak utama turnamen Challenger KIA International yang digelar di Canberra, Senin. Berdasar pesan singkat manajer, Virginia Rusli, petenis putri yang kembali tampil setelah absen selama lebih dari satu tahun karena cedera lutut kiri itu pada final kualifikasi mengalahkan petenis Inggris peringkat 1045 WTA Anna Fitzpatrick dalam dua set langsung 6-2, 6-2. Angie selanjutnya akan bertanding pada babak utama turnamen yang digelar di lapangan tanah liat tersebut mulai Rabu (15/3) bersaing dengan petenis 400 besar dunia lain. Pada turnamen itu, Angie yang kini berada di peringkat 1123 WTA bertekad mematok target melaju hingga perempatfinal. Seusai tampil di Canberra, dara kelahiran Bandung 12 Desember 1984 tersebut berencana tampil pada rangkaian turnamen KIA International yang digelar di Victoria mulai Senin (20/3). Penampilan petenis yang menjuarai Wimbledon Junior pada 2001 pada rangkaian turnamen tersebut juga ditujukan untuk mendongkrak peringkatnya hingga ke 800 besar dunia. Sekembalinya dari Australia, petenis yang menggemari lapangan rumput tersebut akan mengikuti rangkaian turnamen di Eropa pada Mei. Saat ini, Angie mengaku, fisik dan mentalnya berada dalam kondisi yang sangat baik. Turnamen Tier I, Toray Pan Pacific yang digelar di Jepang pada akhir Januari menjadi turnamen pertama Angie setelah pulih dari cedera. Namun, Angie tidak mendapat hasil yang memuaskan karena langsung tersingkir pada babak pertama kualifikasi kalah dari petenis tuan rumah Saori Obata. Angie pun harus kembali menemui kegagalan pada babak kedua kualifikasi turnamen Pattaya Open yang digelar di Thailand, awal Februari. Pada pertengahan Februari, Angie kembali tampil pada turnamen Bangalore Open dengan memanfaatkan fasilitas "special rank" 122 WTA untuk masuk babak utama. Tetapi usahanya kembali menemui kegagalan setelah kalah dari petenis Perancis Camille Pin pada babak pertama.(*)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2006

Komentar