Emas naik dipicu aksi beli setelah jatuh ke terendah sejak Desember

Emas naik dipicu aksi beli setelah jatuh ke terendah sejak Desember

Ilustrasi - Seorang pegawai menunjukkan kepingan emas di toko perhiasan, Kota Tangerang, Banten. (ANTARA FOTO/Fauzan/pras/aa)

Bengaluru (ANTARA) - Harga emas sedikit pulih di perdagangan Asia pada Rabu sore, karena beberapa investor melakukan bargain hunting setelah jatuh lebih dari dua persen di sesi sebelumnya, sementara fokus juga pada risalah pertemuan kebijakan moneter terakhir Federal Reserve AS.

Emas spot menguat 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.768,19 dolar AS per ounce pada pukul 08.36 GMT, setelah turun ke 1.762,45 dolar AS, terendah sejak pertengahan Desember. Sementara itu, emas berjangka AS naik 0,3 persen menjadi diperdagangkan di 1.768,50 dolar AS per ounce.

Indeks dolar bertahan di dekat level tertinggi sejak 2002.

Harga emas melihat "koreksi dari kondisi penjualan yang berlebihan," kata analis StoneX, Rhona O'Connell, menambahkan, ada tanda-tanda perburuan murah di bawah 1.800 dolar AS, tetapi mungkin berjuang untuk pulih dalam waktu dekat kecuali momentum dari dolar telah hilang.

Emas telah menghadapi panasnya kenaikan suku bunga global dan imbal hasil obligasi pemerintah, yang meningkatkan peluang kerugian menahan emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara meningkatkan dolar.

Dolar yang lebih kuat membuat emas yang dihargakan dalam greenback kurang menarik di antara pembeli luar negeri.

Investor sekarang menunggu rilis risalah dari pertemuan bank sentral AS 14-15 Juni pada Rabu waktu setempat dan data penggajian AS pada Jumat (8/7/2022) untuk tanda-tanda kesehatan ekonomi.

Sementara pandangan FOMC yang hawkish sudah masuk ke pasar, data pekerjaan dan sub-komponennya akan menarik untuk diwaspadai, tambah O'Connell.

Lebih banyak bank sentral utama menaikkan suku bunga pada Juni daripada di bulan mana pun selama setidaknya dua dekade, perhitungan Reuters menunjukkan, dan dengan inflasi pada level tertinggi selama beberapa dekade, pengetatan kebijakan tidak mungkin berhenti tahun ini.

Sementara itu, konsumen emas teratas China menyaksikan gejolak COVID-19 yang baru muncul di seluruh negeri.

Setelah turun melampaui dukungan sekitar 1.790-1.800 dolar AS pada Selasa (5/7/2022), emas bisa menuju lebih rendah dalam jangka menengah, kata Michael McCarthy, chief strategy officer di Tiger Brokers, Australia.

Logam mulia lainnya di pasar spot, platinum turun 0,2 persen menjadi 863,68 dolar AS per ounce, sementara paladium naik 0,3 persen menjadi 1.938,86 dolar AS dan perak naik 0,5 persen menjadi diperdagangkan di 19,28 dolar AS.
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar