Emas anjlok lagi 1,55 persen terseret oleh dolar AS yang lebih kuat

Emas anjlok lagi 1,55 persen terseret oleh dolar AS yang lebih kuat

Pegawai menata emas batangan imitasi di gerai Gadai Emas dan Cicil Emas BSI di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (6/7/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

Ketidakmampuan untuk menembus 1.768 dolar AS akan membuat emas di bawah tekanan yang bertujuan untuk mendorong menuju 1.722-1.698 dolar AS
Chicago (ANTARA) - Harga emas merosot lebih lanjut pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk sesi ketujuh berturut-turut hingga berkubang di level terendah sejak akhir September 2021 karena dolar AS yang lebih kuat membuat logam kuning kurang menarik bagi investor.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, tergelincir lagi 27,40 dolar AS atau 1,55 persen menjadi ditutup pada 1.736,50 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level terendah sesi di 1.730,95 dolar AS per ounce.

Emas berjangka anjlok 37,6 dolar AS atau 2,09 persen menjadi 1.763,90 dolar AS pada Selasa (5/7/2022), setelah jatuh 5,8 dolar AS atau 0,32 persen menjadi 1.801,50 dolar AS per ounce pada Jumat (1/7/2022), dan merosot 10,2 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.807,30 dolar AS pada Kamis (30/6/2022).

Bursa Comex ditutup pada Senin (4/7/2022) untuk hari libur memperingati Kemerdekaan AS.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak 1,5 persen menjadi di atas 107 poin pada Rabu (6/7/2022), tertinggi sejak Desember 2002. Dolar telah reli dengan beberapa pemberhentian sejak November tahun lalu di tengah taruhan kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve.

"Ketidakmampuan untuk menembus 1.768 dolar AS akan membuat emas di bawah tekanan yang bertujuan untuk mendorong menuju 1.722-1.698 dolar AS," kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di skcharting.com, dikutip dari Xinhua.

Tak lama setelah lantai perdagangan ditutup, Federal Reserve merilis risalah pertemuan kebijakan moneter Juni. Risalah menunjukkan bahwa pejabat Federal Reserve tegas untuk memperketat kebijakan moneter meskipun ada risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Emas merosot lebih jauh dalam perdagangan elektronik setelah rilis risalah.

Faktor fundamental di balik pelemahan emas masih ada, yaitu pengetatan kebijakan moneter yang tajam dan lemahnya permintaan emas dari bank-bank sentral. Para analis pasar memperkirakan potensi luar biasa untuk penurunan emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 3,8 sen atau 0,20 persen, menjadi ditutup pada 19,159 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 9,8 dolar atau 1,15 persen, menjadi ditutup pada 840,90 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas naik dipicu aksi beli setelah jatuh ke terendah sejak Desember
Baca juga: Harga emas jatuh 37,6 dolar, tertekan dolar naik ke tertinggi 20 tahun
Baca juga: Emas jatuh teseret penguatan dolar, namun bertahan di atas 1.800 dolar

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar