Wabup Belitung ajak pelaku pariwisata eksplorasi potensi wisata

Wabup Belitung ajak pelaku pariwisata eksplorasi potensi wisata

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie saat menjadi pembicara di acara seminar "Improving Digital Marketing Literacy and Socialization of Sustainable Tourism Development" yang diadakan tiket.com di Hotel Santika Premier Beach Resort Belitung, Bangka Belitung, Kamis (7/7/2022). (ANTARA/Natisha Andarningtyas)

Tanjungpandan (ANTARA) - Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengajak para pelaku pariwisata di pulau tersebut mencari peluang baru untuk mengembangkan potensi wisata.

"Buat juga pengalaman turisme, misalnya membuat keramik, lalu dapat sertifikat," kata Isyak saat seminar "Improving Digital Marketing Literacy and Socialization of Sustainable Tourism Development" yang diadakan tiket.com di Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, Kamis.

Dia melihat ada kecenderungan pelaku wisata memasarkan islands hopping (berkeliling pulau) saja, padahal Pulau Belitung memiliki potensi lainnya seperti situs warisan geologi (geosite).

Wisata islands hopping lebih mudah dipasarkan karena banyak pulau-pulau kecil di sekitar Belitung yang menarik untuk dikunjungi. Pulau Belitung saat ini memiliki 21 situs warisan geologi, ada tiga diantaranya yang menjadi prioritas yaitu Geosite Tanjung Kelayang, Geosite Bukit Peramun dan Geosite Open Pit Nam Salu.

Wisatawan mencari pengalaman menarik lainnya di luar destinasi wisata yang sudah ada ketika berkunjung ke suatu lokasi. Pengembangan pariwisata di Belitung tidak hanya soal destinasi wisata, tapi, juga layanan yang diberikan oleh penyedia jasa pariwisata.

Jika layanan yang diberikan baik, maka, wisatawan akan tertarik untuk datang ke lokasi tersebut. Menurut dia, Dinas Pariwisata setempat bisa bekerja sama dengan platform digital seperti tiket.com untuk membuat daftar penyedia layanan wisata terpercaya yang ada di Belitung untuk membantu daerah tersebut menjaga citra sekaligus menarik calon wisatawan datang ke sana.

Belitung saat ini sedang menghadapi tantangan pada era pemulihan kesehatan dan ekonomi. Sebelum pandemi, Pulau Belitung sempat memiliki akses penerbangan langsung dan luar negeri, antara lain dari Kuala Lumpur (Malaysia) dan Singapura, bahkan membuka rute untuk kapal pesiar.

Sayangnya, semua layanan tersebut terhenti karena pandemi. Saat ini, tantangan yang mereka hadapi dalam bidang pariwisata antara lain adalah penerbangan yang berkurang.

Pengembangan pariwisata, kata dia, bukan hal yang instan, hasilnya belum tentu bisa dirasakan secara langsung.

"Pariwisata harus dibangun dengan pondasi, komitmen dan konsistensi. Baru bisa kita panen," kata Isyak.

Dia juga mendorong pelaku pariwisata untuk menjual paket wisata yang premium dan menggunakan platform digital untuk memetakan perilaku dan kebiasaan wisatawan yang datang ke Belitung.

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar