Beijing (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping menganggap Shinzo Abe semasa menjabat perdana menteri Jepang turut berkontribusi dalam peningkatan hubungan kedua negara.

Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan hubungan China-Jepang saat dia masih menjabat dan kontribusinya sangat positif, demikian Xi dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA di Beijing dari Kementerian Luar Negeri China (MFA), Sabtu.

Pemimpin tertinggi Partai Komunis China (CPC) itu menyampaikan duka cita yang mendalam atas kematian Abe kepada PM Jepang Fumio Kishida pada Sabtu.

Atas nama pemerintah dan rakyat China serta pribadi, Xi menyampaikan simpati kepada keluarga Abe yang ditinggalkan.

Xi juga merasa kehilangan Abe yang meninggal setelah ditembak di Kota Nara, Jepang, Jumat (8/7).

Ia berjanji akan terus meningkatkan hubungan dan kerja sama dengan PM Kishida sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam dokumen politik China-Jepang.

Istri Xi, Peng Liyuan, juga mengirimkan ucapan duka cita kepada janda mendiang Abe, Akie Abe.

Hubungan China dan Jepang mengalami pasang-surut. Setahun setelah mengundurkan diri dari jabatannya, Abe kerap kali mengeluarkan pernyataan yang mendukung Taiwan hingga membuat China berang.

Rakyat China juga belum bisa melupakan tragedi pembantaian dan pemerkosaan di Nanjing, Provinsi Jiangsu, yang terjadi pada 13 Desember 1937 hingga Januari 1938. Ratusan ribu warga China tewas dalam tragedi kemanusiaan terburuk di China itu.

Namun hubungan dagang dan ekonomi China-Jepang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tahun ini merupakan peringatan 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik China-Jepang.

Baca juga: Beijing minta pembunuhan Abe tidak dikaitkan hubungan China-Jepang
Baca juga: Menhan Jepang kecam negara berkemampuan nuklir yang abaikan aturan
Baca juga: Abe: Jepang dan AS tidak bisa berdiam diri jika China serang Taiwan

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2022