Kami juga ingatkan jangan underestimate, harus selalu waspada
Badung (ANTARA) - Sebanyak 1.610 personel Polri dan TNI siap mengamankan pertemuan ke-3 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (FMCBG) dan Deputi Bidang Keuangan dan Bank Sentral G20 (FCBD) di Badung, Bali, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Bali Brigjen Pol. I Ketut Suardana saat ditemui selepas gelar pasukan di Central Parking ITDC Nusa Dua, Badung, Selasa, menyampaikan SOP merupakan panduan bagi para personel saat menjalankan tugasnya dan mengantisipasi jika ada situasi khusus atau masalah yang terjadi selama acara berlangsung.

“Kami ingatkan seluruh petugas pengamanan baik dari internal kepolisian, atau eksternal kepolisian, yaitu dari TNI dan semuanya, untuk mematuhi SOP sehingga (jika ada) situasi yang berkembang di lapangan (dapat) cepat diantisipasi,” kata Brigjen Pol. I Ketut Suardana.

Ia menjelaskan ancaman keamanan pada prinsipnya selalu berkembang dan cepat berubah. Oleh karena itu, anggota Polri dan TNI yang bertugas mengamankan acara harus selalu siap dan waspada.

“Kami juga ingatkan jangan underestimate (meremehkan, red.), harus selalu waspada. Ini sudah diketahui oleh seluruh petugas keamanan, kami terus bekerja maksimal,” kata dia.

Baca juga: Kemenkeu: 3rd G20 FMCBG dan FCBD akan bahas pajak hingga risiko global

Baca juga: BI: 69 delegasi bakal hadir dalam 3rd G20 FMCBG dan FCBD di Indonesia


Wakapolda menyampaikan pihaknya selalu mengevaluasi kinerja pasukan. Dari evaluasi itu, ia menyampaikan pihaknya akan melakukan penyempurnaan-penyempurnaan pada tiap rangkaian kegiatan G20, khususnya acara puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT/Leaders’ Summit) G20 pada 15–16 November 2022.

Terkait itu, ia menyebut Polda Bali telah mengajukan permohonan penambahan personel, kendaraan, serta dukungan sarana dan prasarana.

Untuk pertemuan ke-3 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (FMCBG) dan Deputi Bidang Keuangan dan Bank Sentral G20 (FCBD) pada 13–16 Juli 2022, Polda Bali mengadakan gelar pasukan yang diikuti oleh 1.550 polisi dari Polda Bali, dan 90 anggota TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Pasukan pengamanan itu bakal bertugas di bawah sandi Operasi Gelar Agung V-2022.

Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Khoirul Anam saat gelar pasukan menyampaikan 90 anggota TNI itu bakal diperbantukan selama acara utama dan acara sampingan FCMBG dan FCBD G20 berlangsung.

 

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2022