Pendapatan Telkom paling besar masih dari layanan konektivitas

Pendapatan Telkom paling besar masih dari layanan konektivitas

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah. (ANTARA/Aditya Ramadhan)

"Connectivity sekitar 65 persen, selebihnya di digital. Bahkan digital sudah mulai lebih besar dari legacy. Kalau berasal dari tiga pilar tadi, connectivity masih lebih besar 65 persen, di platform dan services hampir 20 persen," kata Ririek.
Jakarta (ANTARA) - Pendapatan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang paling besar masih dari kontribusi layanan konektivitas yang sebesar 65 persen dari keseluruhan pendapatannya.

"Saat ini paling besar masih di connectivity. Sisanya di digital platform, digital services, legacy (telepon dan sms) juga masih ada," kata Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ririek menjelaskan bahwa Telkom mentrasnformasikan diri dari perusahaan yang sebelumnya di bidang telekomunikasi kini merambah ke layanan digital. Dia menjelaskan pada tahun 2017 pendapatan Telkom dari legacy atau layanan telepon dan SMS masih berkontribusi sekitar 50 persen. Saat ini, kontribusi layanan telepon dan SMS berkontribusi sekitar 17 persen.

Ririek mengungkapkan bahwa layanan connectivity seperti layanan data atau broadband dan juga Indihome berkontribusi 65 persen terhadap pendapatan. Sementara layanan digital services seperti big data dan layanan digital platform yakni sejumlah aplikasi digital telah memberikan kontribusi 20 persen terhadap pendapatan.

"Connectivity sekitar 65 persen, selebihnya di digital. Bahkan digital sudah mulai lebih besar dari legacy. Kalau berasal dari tiga pilar tadi, connectivity masih lebih besar 65 persen, di platform dan services hampir 20 persen," kata Ririek.

Dia menjelaskan ke depan Telkom akan mengembangkan layanan digital platform dan digital services agar bisa tumbuh dan meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan. Ririek mengatakan Telkom akan melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan maupun startup untuk bisa mengembangkan kedua layanan tersebut.

"Kita akan mengarah ke situ, tidak semunya kita lakukan sendiri, nanti ada mitra yang memang kita merasa butuh dukungan, maka kita lakukakan partnership. Kalau connectivity memang kita paling tinggi kompetensinya. Sedangkan pilar kedua dan ketiga kita akan lebih banyak melakukan partnership,” katanya.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar