Usai dievaluasi, PPATK optimistis Indonesia jadi anggota penuh FATF

Usai dievaluasi, PPATK optimistis Indonesia jadi anggota penuh FATF

Tangkapan layar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam sharing seassion yang diadakan Liputan6 secara daring, Jumat (5/8/2022). (ANTARA/YouTube Liputan6)

Jakarta (ANTARA) - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan PPATK optimistis Indonesia bisa menjadi anggota penuh Satuan Tugas Aksi Keuangan atau Financial Action Task Force (FATF) pasca evaluasi oleh asesor FATF.

“Seluruh K/L sangat antusias memenuhi semua kebutuhan yang sudah dinyatakan oleh FATF dan kita tetap optimis bahwa Indonesia pada waktunya nanti akan menjadi anggota penuh dari FATF,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam sharing seassion yang diadakan Liputan6 secara daring, Jumat.

Ivan menuturkan evaluasi oleh FATF yakni Mutual Evaluation Review (MER) yang dilaksanakan secara on site yang dimulai sejak 18 Juli 2022 hingga 4 Agustus kemarin berjalan lancar dan mendapat dukungan dari semua pihak terkait. Pada MER dilakukan 174 kali pertemuan secara intensif dari pukul 8 pagi hingga 7 malam.

Pada pertemuan tersebut asesor FATF menemukan banyak temuan berdasarkan bukti-bukti dan fakta yang didasari oleh penjelasan oleh Kementerian/Lembaga terkait. Ivan mengakui hampir seluruh temuan FATF bisa dipenuhi dan sisanya akan dijelaskan lebih lanjut dalam waktu 1 minggu setelah MER berakhir.

“Kita tetap punya waktu kurang lebih 1 minggu untuk membuktikan, menjelaskan dan menyatakan kepada seluruh asesor bahwa Indonesia telah memenuhi seluruh ketetapan yang dikeluarkan oleh Financial Action Task Force,” sebutnya.

Temuan FATF, lanjutnya, tentunya akan berdampak dan menjadi pertimbangan terkait keanggotaan FATF Indonesia. Kendati demikian Ivan tetap optimistis bahwa Indonesia mempunyai peluang untuk menjadi anggota penuh FATF. Ia menganggap temuan-temuan tersebut wajar dan untuk proses seleksi FATF memang tidak mudah.

“Bahkan negara seperti Malaysia membutuhkan satu setengah tahun lebih pasca selesainya on site visit dari FATF untuk kemudian diterima menjadi anggota penuh,” jelas dia.

Ivan pun mengucapkan terima kasih atas bantuan dari seluruh seluruh pimpinan dari Kementerian/Lembaga terkait dalam proses evaluasi oleh FATF dan ia bertekad akan menjalin hubungan dengan stakeholder terkait agar Indonesia segera menjadi anggota penuh FATF.

Upaya Indonesia menjadi anggota penuh FATF merupakan salah satu tindak nyata untuk memerangi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT). MER menjadi salah satu syarat untuk menjadi anggota penuh FATF.

Salah satu keuntungan menjadi anggota FATF akan mendorong kredibilitas Indonesia dalam konteks hubungan bilateral antar negara maupun relasi bisnis. Indonesia juga bisa dinilai sebagai salah satu negara yang tidak lagi masuk dalam kelompok high risk country untuk tujuan ekonomi maupun politik.

Baca juga: Chatib Basri: Risiko investasi RI berkurang dengan jadi anggota FATF

Baca juga: Kemenkeu paparkan program pengungkapan pajak sukarela ke tim FATF


Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar