G20 Indonesia

Airlangga: Pesatnya pertumbuhan wisata kesehatan buka peluang bisnis

Airlangga: Pesatnya pertumbuhan wisata kesehatan buka peluang bisnis

Tangkapan layar - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan dalam International Wellness Tourism Conference & Festival (IWTCF) 2022, Solo, Jawa Tengah (5/8/2022). ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pertumbuhan wisata kesehatan/kebugaran (wellness tourism) yang pesat menjadi peluang bagi bisnis kebugaran, seluruh segmen bisnis perjalanan, dan bisnis yang terkait di dalam negeri.

“Indonesia mempunyai potensi medical tourism yang besar. Berdasarkan hasil kajian Pertumbuhan Perawatan Medis dan Medical Wellness, pertumbuhan wisata kesehatan di Indonesia tahun 2024 diproyeksikan sebesar 13,5 persen dan hal ini didukung dengan potensi Indonesia yang kaya seperti situs-situs pemandian air panas,” ujar dia dalam International Wellness Tourism Conference & Festival (IWTCF) 2022 di Solo, Jawa Tengah, yang dipantau secara virtual, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, wisata kesehatan menjadi salah satu tren pariwisata yang berkembang pasca pandemi COVID-19 menimbang isu terkait kesehatan, higienitas, keselamatan, dan keamanan telah menjadi pertimbangan para pelancong untuk berwisata.

Karena itu, wisata kesehatan akan menjadi pilihan dalam berwisata selain solo traveler (orang yang berpergian sendirian ke tempat tertentu), virtual tour (tur secara virtual), dan staycation (liburan dekat rumah).

Terlebih lagi, lanjut Airlangga, wisata kesehatan merupakan perwujudan dari pariwisata berkualitas jika dilihat dari lamanya tinggal wisatawan yang perlu menginap paling sedikit selama seminggu.

Wellness tourism dalam potensi ekonomi global memberikan kontribusi yang tinggi, tercatat terjadi kenaikan dari 4,2 triliun US dolar tahun 2017 menjadi 4,5 triliun US dolar tahun 2019. Wellness tourism diperkirakan akan meningkat di tahun 2022 dengan rata-rata pertumbuhan 7,5 persen per tahun dengan berkontribusi sekitar 18 persen dari total pariwisata global,” kata Menko Perekonomian.

Sejak lama, masyarakat Indonesia disebut gemar melakukan perjalanan untuk penyembuhan atau persoalan kesehatan seperti kulit, pernafasan, dan relaksasi otot.

Di tanah air juga kaya destinasi ekowisata yang mengedepankan keindahan alam dan aktivitas menyehatkan, antara lain mendaki, menyelam, dan snorkeling. Lalu juga kaya produk rempah yang bermanfaat guna meningkatkan daya tahan tubuh, perawatan tubuh, kecantikan, pengobatan, maupun aroma terapi.

“Wisata kesehatan harus terus dikembangkan dengan pengelolaan wellness tourism yang profesional dan dipromosikan secara luas kepada turis domestik maupun mancanegara yang akan semakin meminati wisata kesehatan di Indonesia,” ucap Airlangga.

Baca juga: Sandiaga Uno: Wisata kesehatan kini jadi pilihan utama wisatawan

Baca juga: Promosikan wisata kesehatan, Kemenparekraf gelar IWTCF 2022


Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar