PTPN VII sebut ada kenaikan perkebunan tebu rakyat di Lampung

PTPN VII sebut ada kenaikan perkebunan tebu rakyat di Lampung

Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy, dalam Seminar Nasional Masyarakat Profesional (Maspro) Sumbagsel. Bandarlampung (5/8/22). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara VII mengatakan ada pertumbuhan pengelolaan tebu rakyat di Lampung seluas 755 hektare pada 2021.

"PTPN ini ada empat komoditi yang dikelola di tiga provinsi yaitu sawit, tebu, karet dan teh. Khusus di Lampung ada tiga komoditi yang dikelola yakni sawit, tebu dan karet," ujar Direktur PTPN VII Ryanto Wisnuardhy, dalam Seminar Nasional Masyarakat Profesional (Maspro) Sumbagsel, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan, total luasan lahan ketiga komoditi itu di Lampung meliputi untuk sawit seluas 10.600 hektare, karet 17.400 hektare, dan tebu 9.100 hektare.

"Untuk sentra tebu ada di daerah Bunga Mayang, Lampung Utara, dan cukup menarik di sana ada pertumbuhan pengelolaan tebu rakyat secara signifikan pada 2021 kemarin," katanya.

Dia menjelaskan pada 2020 luasan lahan tebu rakyat di Bunga Mayang hanya seluas 2.809 hektare dan pada 2021 meningkat 755 hektare menjadi 3.564 hektar.

"Ini menunjukkan ada ketertarikan petani untuk menanam komoditi tebu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Untuk jumlah petani yang menanam juga meningkat dari sebelumnya pada 2020 hanya 2.116 orang pada 2021 meningkat menjadi 2.266 orang," ucapnya.

Ia melanjutkan, dengan terus ada peningkatan pengelolaan tebu rakyat tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor karena adanya peningkatan produksi tebu dalam negeri.

"Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri, maka dalam waktu dekat ke depan ini pabrik-pabrik kami akan dikelola oleh satu grup perusahaan khusus yaitu Sinergi Gula Nusantara. Nantinya pabrik akan semakin bagus," kata dia.

Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan pengelolaan tebu rakyat dan meningkatkan produksi untuk menciptakan kemandirian pangan, pihaknya juga telah memberikan sejumlah bantuan kepada petani. Salah satunya untuk budidaya tebu sebesar Rp7 miliar.

"Bentuk dukungan ketahanan pangan telah disediakan bibit khusus untuk budidaya petani, lalu di Bunga Mayang telah di salurkan subsidi kepada petani juga. Ini total ada Rp8 miliar tidak hanya untuk budidaya tebu tapi ada untuk budidaya padi, jagung, dan ternak sapi di berbagai lokasi," tambahnya.

Menurut dia, upaya lain untuk mendukung ketahanan pangan akan dilakukan pula perluasan lahan dengan mengkonversi komoditi yang telah berusia tua ke komoditas tebu.

"Khusus untuk ketahanan pangan ini, kemarin kami mendapat penugasan bahwa akan ada perluasan kebun di Lampung kurang lebih sekitar 5.600 hektare dengan mengkonversi tanaman yang sudah tua ke tebu ini akan di lakukan di daerah Lampung Tengah," tambahnya.

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar