Jaga momentum ekspor, Kemendag kembali gelar TEI secara hibrida

Jaga momentum ekspor, Kemendag kembali gelar TEI secara hibrida

Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka secara daring Trade Expo Indonesia (TEI) Digital Edition dipantau di Jakarta, Kamis (21/10/2021). ANTARA/Youtube Kementerian Perdagangan/pri.

Sejalan dengan tema yang diangkat, TEI tahun ini merupakan satu titik balik untuk melakukan pemulihan perdagangan lintas batas yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha nasional untuk memasarkan produk unggulan dan terus tingkatkan ekspor
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali menyelenggarakan pameran dagang berskala internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Mengusung konsep hibrida, TEI ke-37 akan berlangsung secara luring selama lima hari pada 19–23 Oktober 2022 dan daring selama dua bulan mulai 19 Oktober-19 Desember 2022.

“Sejalan dengan tema yang diangkat, TEI tahun ini merupakan satu titik balik untuk melakukan pemulihan perdagangan lintas batas yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha nasional untuk memasarkan produk unggulan dan terus tingkatkan ekspor,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Didi mengajak pelaku usaha dari berbagai sektor untuk memanfaatkan pameran TEI ke-37 untuk meningkatkan peluang ekspor produk-produk unggulan Indonesia.

Menurut dia, TEI harus bisa dioptimalkan sebagai wadah pelaku usaha untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal di pasar global yang sangat potensial.

TEI 2022 akan menampilkan kegiatan pameran, forum bisnis, konsultasi bisnis, dan penjajakan bisnis (business matching) bagi pelaku usaha Indonesia. Khususnya, yang bergerak di sektor manufaktur, fesyen dan aksesoris, perawatan kesehatan dan kecantikan, makanan dan minuman, peralatan medis, perabotan dan dekorasi rumah, serta layanan digital.

Pada kegiatan forum bisnis, TEI akan menghadirkan buyers dari luar negeri dengan harapan dapat memberikan informasi berharga bagi peserta TEI tentang tren terkini serta peluang ekspor yang dapat dikaji lebih lanjut.

“Salah satu yang ditampilkan dalam TEI adalah produk unggulan karya anak bangsa. Saya percaya kualitas produk unggulan kita sangat bisa bersaing dengan kompetitor lain di pasar global. Kemendag ingin mendorong hal ini dengan mengajak sebanyak mungkin pelaku usaha ikut serta. Peluang ekspornya besar, karena akan dipertemukan dengan pasar business to business (B2B) dari luar negeri,” kata Didi.

Selain sektor perdagangan, TEI juga akan mempromosikan sektor pariwisata dan investasi di Indonesia. Hal ini didukung penuh pemerintah guna mempromosikan destinasi wisata dan peluang investasi di dalam negeri.

“Kami di Kemendag mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan TEI 2022 ini sebagai ajang untuk menggulirkan kembali roda usahanya sekaligus berjalan bersama pemerintah untuk bersama- sama menggerakkan dan meningkatkan perekonomian nasional ke arah yang lebih baik lagi," ujar Didi.

Diharapkan, pertemuan dengan berbagai macam pemangku kepentingan dalam ajang ini dapat membangun dialog dan membuka peluang bagi produk unggulan pelaku usaha Indonesia.

Baca juga: Kemendag ajak pelaku usaha Indonesia partisipasi dalam TEI 2022

Baca juga: Bukukan transaksi USD 6,06 miliar, Mendag: capaian TEI 2021 sangat menggembirakan

Baca juga: Arab Saudi borong produk makanan RI 53,1 juta dolar AS di ajang TEI

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar