Film OputaYi Koo karya anak Baubau tayang di bioskop 8-9 Agustus

Film OputaYi Koo karya anak Baubau tayang di bioskop 8-9 Agustus

Film karya anak daerah asal Kota Baubau "Santia Oputa Yi Koo" akan tayang dibioskop Kota Kendari pada 8-9 Agustus. ANTARA/HO.

Kendari (ANTARA) - Film Santiago Oputa Yi Koo hasil karya anak-anak muda kreatif dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan segera tayang di bioskop Hollywood Kendari pada tanggal 8-9 Agustus mendatang.

Film yang bertema Adventure Horror ini mengambil lokasi syuting di beberapa tempat di Kota Baubau seperti Benteng Keraton Buton, bukit Savana Palagimata, Pasar Wameo dan Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau.

Sutradara sekaligus penulis naskah, Alan ASJKG di Kendari, Jumat (5/8) menjelaskan, film ini bercerita tentang petualangan seorang sejarawan muda yang hendak menelusuri jejak-jejak Oputa Yi Koo yang merupakan pahlawan dari tanah Buton. Namun dalam perjalanannya penelusuran sejarah tersebut mendapat banyak tantangan.

"Dalam membuat film ini kita didukung banyak pihak, diantaranya Pemerintah Kota Baubau, Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, dan banyak pihak lain juga," ujar Alan.

Baca juga: Film "Ayudia dan Jalan Pulangnya" angkat potensi wisata Lampung

Ia mengatakan, adapun sinopsis film Santia Oputa Yi Koo, dimana Sejarawan muda Bernama La Jon sedang melakukan riset terhadap Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau yang biasa disebut Oputa Yi Koo. La Jon ingin membuka tabir bahwa di Buton ada seorang Sultan yang menentang dan melawan penjajahan Belanda, namun hal ini ditutupi karena merupakan sebuah rahasia bagi orang Buton.

La Jon mendapatkan informasi bahwa yang mengetahui cerita mengenai Oputa Yi Koo adalah kakek La Meti yang tinggal di dalam Benteng Keraton Buton. La Jon menemui Kakek La Meti, namun kakek La Meti memberitahu La Jon Bahwa yang lebih mengetahui informasi mengenai Oputa Yi Koo adalah kakek La Koo yang tinggal di dalam hutan Gunung Siontapina Buton.

La Jon memulai ekspedisinya untuk menemui kakek La Koo. Dalam perjalanannya, La Jon di hadang oleh seorang pria tak di kenal yang ingin mengambil catatan risetnya. La Jon lari dari kejaran Orang tak di kenal itu, sampai pada akhirnya La Jon kehabisan air minum. Untungnya La Jon melihat ada seorang wanita di tengah hutan dan hendak meminta air minum.

Setelah mendapatkan air minum, La Jon berterima kasih dan menanyakan nama wanita yang telah memberinya air minum. Wa Mei adalah namanya. La Jon melanjutkan perjalanannya. Namun belum jauh dari tempat itu, Wa Mei tiba-tiba di ancam akan di bunuh oleh orang tak dikenal yang mengejarnya.

Orang tak dikenal itu meminta La Jon untuk memberikan tasnya, kalau tidak maka dia akan membunuh Wa Mei. Untuk menyelamatkan Wa Mei, La Jon pun memberikan tasnya, namun tiba-tiba badan La Jon bergerak sendiri sehingga terjadilah pertarungan antara La Jon dan orang tak dikenal itu. Secara Ajaib La Jon memenangkan pertarungan itu dan orang tak dikenal itu ambruk tak berdaya.’

Wa Mei berterima kasih kepada La Jon, namun Ternyata Ayah Wa Mei yang Sudah Tua dan sedang mengidap penyakit Jantung adalah Kakek La Koo yang sedang dicari oleh La Jon. La Jon mendapatkan sebuah buku dari Kakek La Koo sebagai ucapan terima kasih karena telah menyelamatkan putrinya.

Berbekal buku itulah La Jon mendapatkan informasi mengenai Oputa Yi Koo dan mengantarkan Oputa Yi Koo sebagai Pahlawan Nasional dari Buton.

Baca juga: Kemenparekraf harap kreator film Garut angkat ciri khas daerah

Baca juga: Sandiaga harap karya sineas daerah jadi kebanggaan perfilman nasional

Baca juga: Apresiasi sineas daerah lewat Family Sunday Movie

Pewarta: Abdul Azis Senong
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar