Instagram berencana hadirkan unggahan foto vertikal penuh

Instagram berencana hadirkan unggahan foto vertikal penuh

Siluet pengguna ponsel di depan logo Instagram. Ilustrasi gambar ini yang diambil 28 Maret 2018. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic.

Jakarta (ANTARA) - Instagram dalam beberapa pekan ke depan berencana menghadirkan desain untuk konten fotonya dalam bentuk rasio 9:16 atau foto vertikal memenuhi layar.

Kabar itu berasal dari CEO Instagram Adam Mosseri dalam sesi mingguan rutin bertajuk "Ask Me Anything".

"Anda bisa mendapatkan video dengan rasio vertikal penuh, namun anda tidak dapat memiliki konten foto dengan rasio tersebut di Instagram. Jadi kami memastikan saat ini untuk keduanya diperlakukan secara setara," kata Adam dikutip dari The Verge, Sabtu.

Baca juga: Instagram tambah fitur-fitur konten berbayar

Foto vertikal penuh dengan rasio 9:16 itu akan hadir dalam satu atau dua minggu ke depan untuk masa uji coba.

Sebelum rencana itu diumumkan, unggahan konten foto di Instagram memang sudah dapat diunggah secara vertikal namun tidak dapat memenuhi layar karena rasio yang saat digunakan yaitu 4:5.

Oleh karena itu, bagi orang yang suka menggunggah fotonya dengan rasio 9:16 rata-rata mengunggahnya hanya di fitur Instagram Stories dan bukan di layar utamanya.

Meski demikian, bagi para fotografer nampaknya keputusan Instagram itu kurang tepat karena dinilai akan memaksa foto-foto jepretan mereka ditampilkan secara tidak maksimal dalam bingkai 9:16.

Desain yang saat ini terpengaruh oleh TikTok itu cukup banyak ditentang oleh para pekerja visual mengingat pada awalnya Instagram diciptakan sebagai platform berbagi foto.

Adam Mosseri pun mengakui selama pengujian pengembang, pengalaman layar penuh memang kurang ideal untuk foto.

Meski demikian Instagram tetap berniat menghadirkan opsi pengalaman foto yang diunggah secara vertikal penuh tapi tak memaksa pengguna untuk menggunakannya sebagai opsi utama.

Selain menghadirkan opsi unggahan vertikal penuh di bagian unggahan utama, Instagram juga bebenah terkait bentuk operasinya.

Anak perusahaan milik Meta itu berniat mengurangi jumlah rekomendasi yang ditampilkan untuk pengguna dan diharapkan pengguna bisa memilih konten yang benar-benar mereka nikmati.

Baca juga: NFT Instagram diluncurkan di Indonesia

Baca juga: Meta diselidiki terkait kebijakan privasi baru

Baca juga: Instagram perkaya fitur Reels, mirip TikTok

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar