Kemenkes ajak masyarakat sadari pentingnya deteksi dini kanker

Kemenkes ajak masyarakat sadari pentingnya deteksi dini kanker

Kepala Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah Kementerian Kesehatan dr. Aldrin Neilwan Panca Putra (tengah) turut membuka acara Cancer Community Festival 2022, Mall Kota Kasablanka Jakarta, Sabtu (6/8/2022) (ANTARA/Nanien Yuniar)

Kesadaran dan peran masyarakat menjadi hal penting
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat menyadari pentingnya deteksi dini sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kanker, baik melalui pemeriksaan mandiri maupun mendatangi tenaga medis di fasilitas kesehatan. 

"Kami sudah berupaya memenuhi semua kebutuhan akses deteksi dini sehingga yang kami butuhkan sekarang adalah kesadaran masyarakat untuk mau melakukan deteksi dini di fasilitas kesehatan terdekat atau fasilitas kesehatan pertama," kata ," kata Kepala Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah Kementerian Kesehatan dr. Aldrin Neilwan Panca Putra di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Atasi kesenjangan pelayanan kanker dengan metode ECHO

Aldrin menegaskan pentingnya edukasi agar masyarakat memahami pentingnya deteksi dini. Sebab, berbagai kanker bila diketahui sejak stadium awal bisa ditangani lebih mudah dan penderitanya dapat lebih mudah untuk sembuh.

Sebagai contoh, perempuan yang aktif memeriksa payudara bisa mendeteksi sejak awal bila ada kelainan, sebab sebesar 70 persen penyakit pasien kanker payudara sudah di tahap lanjut ketika baru diperiksa. Setiap perempuan bisa memeriksa payudara sendiri untuk mengetahui apakah ada hal yang abnormal.

"Kesadaran dan peran masyarakat menjadi hal penting di dalam keberhasilan penanggulangan kanker di Indonesia."

Baca juga: Vaksinasi dan skrining HPV penting untuk cegah risiko kanker serviks

Deteksi dini adalah salah satu dari empat strategi dalam menanggulangi kanker. Strategi lainnya meliputi promosi kesehatan yang menyebarkan informasi untuk masyarakat sehingga setiap orang memahami dan punya pengetahuan terkait kanker. Sebagai contoh, pasien kanker hati kerap datang ke dokter ketika sudah terlambat karena menyangka gejala-gejala yang terjadi merupakan sakit ringan biasa.

Banyaknya pasien yang terlambat untuk mencari pengobatan membuat tidak ada peningkatan signifikan harapan hidup pasien kanker hati pada periode 1998-1999 dibandingkan dengan periode 2013-2014.

Strategi berikutnya adalah memberikan perlindungan khusus seperti vaksinasi HPV (human papillomavirus) untuk mencegah kanker servis serta memberi pengobatan sesuai standard untuk para pasien kanker.

Baca juga: Dokter sebut sebagian besar kanker payudara tidak bergejala

Baca juga: Menkes: BioColoMelt-Dx pangkas biaya deteksi kanker kolorektal

Baca juga: Kemenkes: Telementoring ECHO upaya preventif dan promotif kanker

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar