Formula E

Vandoorne dan Mercedes raih gelar juara Formula E

Vandoorne dan Mercedes raih gelar juara Formula E

Pebalap tim Mercedes-EQ Stoffel Vandoorne berbicara dengan pers usai balapan Jakarta E-Prix 2022 di Jakarta E-Prix International Circuit (JIEC), Sabtu (4/6/2022). (ANTARA/Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA) - Pebalap Belgia Stoffel Vandoorne mengamankan gelar juara Formula E untuk tim Mercedes setelah finis kedua di Seoul E-Prix, Korea Selatan pada Minggu.

Tim Mercedes EQ, yang bakal pamitan dari ajang balap mobil listrik itu, juga menyegel titel konstruktor saat kejuaraan tersebut menutup musim kedelapan dengan balapan ke-100 dalam sejarahnya.

Balapan kedua E-Prix di Seoul itu sekaligus mengakhiri suatu era karena musim kesembilan Formula E pada 2023 akan mengenalkan mobil generasi baru yang lebih ringan dengan konsumsi tenaga yang lebih efisien.

Vandoorne, mantan pebalap F1 untuk tim McLaren, mengawali balapan dari posisi start keempat dan finis runnerup untuk menyegel gelar pertamanya di kejuarran itu dengan keunggulan 33 poin dari Mitch Evans dari tim Jaguar.

Evans, yang memenangi balapan pertama pada Sabtu demi memangkas jarak menjadi 21 poin, finis P7 setelah start dari P13. Dia memiliki peluang meraih gelar apabila menang dan Vandoorne finis di luar tujuh besar.

Edoardo Mortara dari tim Venturi memenangi balapan hari ini untuk mematri dirinya di peringkat tiga klasemen.

"Juara dunia, wow," kata Vandoorne dikutip laman resmi Formula E.

"Ini perasaan yang terbaik. Melihat musim ini kami memiliki konsistensi dan mobil ini luar biasa dan tim melakukan tugas yang luar biasa. Saya rasa setiap dari kami layak mendapatkan ini. Apa yang kami raih ini adalah sesuatu yang istimewa."

Musim ini Vandoorne menang hanya sekali yaitu di Monaco, sedangkan Evans dan Mortara masing-masing menangi empat balapan.

Mercedes EQ, yang mempertahankan gelar juara tim setelah mengalahkan Venturi dan DS Techeetah, telah menjual tim mereka ke McLaren dan pamitan dari Formula E dengan capaian memuaskan yaitu merebut dua gelar kejuaraan untuk tahun keduanya secara beruntun.

Mereka menjuarai ajang tersebut pada tahun lalu lewat pebalap Belanda Nyck de Vries.


Baca juga: Piastri tolak bangku tim Alpine di tengah kesimpangsiuran kontrak
Baca juga: Williams pertahankan Albon dengan kontrak jangka panjang
Baca juga: Alpine tunjuk Oscar Piastri sebagai pengganti Alonso pada 2023

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar