Jakarta (ANTARA) - Elon Musk melalui pengadilan memanggil "whistleblower" Twitter, Peiter Zatko, untuk dimintai dokumen dan komunikasi perusahaan tersebut soal akun spam dan kerentanan sistem keamanan.

Musk saat ini sedang berupaya membatalkan kesepakatan untuk membeli Twitter senilai 44 miliar dolar Amerika Serikat. Dari dokumen pengadilan, dikutip dari Reuters, Selasa, Musk mencari informasi dari Zatko soal bagaimana Twitter menghitung akun sampah.

Baca juga: Elon Musk gali informasi pihak ketiga soal akun bot Twitter

Dia juga mencari informasi soal upaya Twitter menyembunyikan kelemahan keamanan, kepatuhan terhadap perjanjian Komisi Dagang Federal tahun 2011 dan aktivitas tidak sah.

Juru bicara Twitter menolak berkomentar untuk isu ini.

Akun sampah dan bot adalah salah satu hal yang menyebabkan Elon Musk ingin mundur dari kesepakatan membeli Twitter. Dia beralasan Twitter tidak jujur soal jumlah akun sampah dan bot di platform media sosial tersebut.

Pengacara Twitter saat sidang pekan lalu mengatakan fokus Elon Musk terhadap akun spam untuk mengakhiri kesepakatan membeli perusahaan adalah "secara hukum tidak relevan". Pengacara beralasan Twitter selalu mengatakan jumlah akun sampah adalah taksiran, bukan perwakilan.

Peiter Zatko adalah seorang peretas terkenal, dia menggunakan nama Mudge di dunia keamanan siber. Dia menjabat sebagai kepala keamanan Twitter sampai awal tahun ini.

Gugatannya terhadap Twitter mengemuka tahun lalu, dia menuduh perusahaan tersebut tidak memiliki sistem keamanan yang solid.

Baca juga: Elon Musk katakan dunia masih butuh minyak dan gas

Baca juga: Permintaan Elon Musk soal data Twitter ditolak pengadilan

Baca juga: Mantan kepala keamanan tuduh Twitter tak paham "akun bot"

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2022