Medan (ANTARA) - Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara layak menjadi penghubung untuk lokasi penerbangan ke berbagai wilayah Nusantara juga internasional seperti ke sejumlah negara Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.

"Dilihat dari letak geografis yang berada di ujung barat wilayah Indonesia maka Kualanamu layak menjadi penghubung untuk penerbangan domestik dan internasional," kata Presiden Direktur Angkasa Pura Aviasi Ahmad Rifai di Medan, Sumatera Utara, Selasa.

Hal tersebut disampaikan saat berbicara dalam Seminar Nasional mengenai Kualanamu sebagai Penghubung Internasional di ASEAN: Tantangan dan Realisasi.

Rifai mengatakan, Medan sebagai kota terbesar keempat di Indonesia, dan Sumatera Utara saat ini menjadi daerah yang sangat berkembang perekonomiannya serta memiliki potensi pariwisata, perkebunan, industri, dan investasi yang sangat potensial sehingga keberadaan Kualanamu menjadi bandara yang strategis dan penting untuk angkutan penumpang, jasa, dan barang.

Sementara dilihat dari sisi internasional, Bandara Kualanamu letaknya juga strategis sebagai penghubung untuk penerbangan ke sejumlah negara Asia seperti India, Pakistan, dan Bangladesh. "Kualanamu bisa menjadi bandara penghubung untuk negara-negara tersebut dan secara historis memang ada," katanya.

Dia mentargetkan jumlah penumpang di Bandara Kualanamu tahun 2023 mencapai 9,1 juta penumpang yang terdiri 82 persen penumpang domestik dan 18 persen penumpang internasional, tahun 2024 meningkat menjadi 12,3 juta penumpang terdiri dari 77 persen penumpang domestik dan 23 persen penumpang internasional, dan tahun 2030 ditargetkan naik menjadi 20,2 juta penumpang terdiri dari 68 persen penumpang domestik dan 32 persen penumpang internasional.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Henky Manurung mengatakan pemerintah sangat mendukung Bandara Internasional Kualanamu sebagai bandara penghubung untuk penerbangan domestik dan internasional.

Menurutnya, Bandara Kualanamu memang memiliki posisi strategis dalam mendukung sektor pariwisata di Sumatera Utara, seperti Danau Toba yang telah ditetapkan sebagai salah satu dari destinasi wisata prioritas Indonesia.

"Kawasan Danau Toba dalam PP No.50/2011 telah ditetapkan sebagai kawasan pintu masuk destinasi super prioritas dan untuk mencapai lokasi itu dibutuhkan bandara yang strategis," katanya.

Apalagi dalam masa usai pandemi seperti sekarang ini, katanya, pemerintah akan terus memperbaiki kondisi pariwisata nasional dalam upaya memperoleh devisa bagi perekonomian nasional.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Supryanto mengatakan Bandara Kualanamu memiliki lokasi strategis bagi mobilitas manusia dan jasa dalam upaya memperkuat transportasi nasional sekaligus gerbang wilayah bagian barat Indonesia.

"Kami optimistis dengan kualitas Kualanamu yang sekarang ini dimiliki maka mampu menandingi keberadaan Bandara Changi di Singapura dan Bandara Kualaumpur di Malaysia," katanya.

Baca juga: Bandara Kualanamu targetkan buka tujuh rute ke Asia Selatan tahun ini

Baca juga: Menhub apresiasi pengelolaan baru Bandara Kualanamu

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2022