Jakarta (ANTARA) - Pasangan ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo turun ke peringkat dua dunia setelah selama 214 pekan secara beruntun menguasai puncak peringkat BWF.

Marcus/Kevin untuk pertama kali tercatat sebagai peringkat satu dunia pada 16 Maret 2017, sebelum sempat turun ke peringkat tiga dan kembali ke puncak peringkat dunia pada 27 September 2017.

Takuro Hoki/Yugo Kobayashi menjadi ganda putra top dunia yang baru setelah mengumpulkan total poin 102.050, menyalip pasangan Indonesia itu dengan selisih 1.723 poin, demikian laman resmi BWF, Selasa.

Baca juga: Marcus/Kevin evaluasi setelah dua kekalahan beruntun di Jepang

Setelah merasakan total 226 pekan di puncak peringkat BWF, ganda putra Indonesia tersebut mengalami penurunan performa dan belum merengkuh satu gelar pun pada tahun ini, ditambah Marcus juga sedang menjalani pemulihan cedera sehingga mereka beberapa kali melewatkan turnamen.

Pasangan berjuluk Minions itu terakhir kali naik podium teratas pada Indonesia Open 2021.

Sedangkan pasangan Jepang tercatat tiga kali menjuarai turnamen pada tahun ini ketika mereka tampil di final Thomas Cup, Thailand Open, dan Malaysia Open.

Dua wakil lain Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjaga posisi mereka di peringkat empat dan enam.

Baca juga: Fajar/Rian tumbang, ganda putra Indonesia habis di Japan Open 2022

Berikut 10 besar peringkat ganda putra versi BWF:
1. Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang)
2. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia)
3. Lee Yang/Wang Chi-lin (Taiwan)
4. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia)
5. Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)
6. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia)
7. Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark)
8. Satwiksairaj Rankireddy/Chirah Shetty (India)
9. Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia)
10. Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia)

Baca juga: Bilqis dan Syabda menangi babak pertama Indonesia International Series

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2022