Indonesia saat ini tidak lagi mengejar angka kunjungan wisatawan, namun fokus mendorong pariwisata berkelanjutan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan sudah saatnya Indonesia menerapkan pariwisata berbasis masyarakat, berkelanjutan, inklusif, dan berdampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Indonesia saat ini tidak lagi mengejar angka kunjungan wisatawan, namun fokus mendorong pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism),” ujarnya dalam Dies Natalis Politeknik Negeri Medan ke-40, seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Untuk merealisasikan pariwisata berkelanjutan, maka diperlukan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang berkualitas dan berdaya saing di Kota Medan guna mendukung pengembangan salah satu dari lima destinasi pariwisata super prioritas, yakni Danau Toba.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf berterima kasih atas sumbangsih Politeknik Negeri Medan, terutama berkaitan tentang peluang penyediaan SDM yang kuat di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang bekerja sama dengan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba.

“Di sini, ada 7.500 mahasiswa dan 800 lebih dosen dan pegawai administrasi. Semoga ini menjadi kekuatan agar SDM kita bisa unggul berdaya saing dan mampu menciptakan 1,1 juta lapangan kerja di sektor parekraf pada tahun 2022, terlebih Medan ini dekat dengan Danau Toba yang menjadi destinasi prioritas kita,” ungkap Sandiaga.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia menjadi acuan negara-negara di dunia tentang bagaimana cara menangani pandemi COVID-19 dan kebangkitan di sektor pariwisata. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan penyelenggaraan World Tourism Day (WTD) pada 28 September 2022 yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia dengan Bali menjadi tuan rumah.

“Kita juga berhasil lompat 12 peringkat di TTCI (Travel and Tourism Competitiveness Index) melampaui Malaysia, Thailand, dan Vietnam untuk pertama kalinya. Kebangkitan kita bukan lagi kebangkitan berupa angka-angka, tapi yang berpusat pada SDM berbasis masyarakat, berkelanjutan, inklusif, dan berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja,” ujarnya.


Baca juga: Menparekraf sebut industri pariwisata semakin diminati
Baca juga: Pemerintah akan bagikan 50 syal Batik Lasem pada TWG G20
Baca juga: Sandiaga apresiasi kesepakatan terkait "polusi suara" di Canggu-Bali


Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2022