IHSG ditutup melambung, terkerek kenaikan suku bunga acuan BI

IHSG ditutup melambung, terkerek kenaikan suku bunga acuan BI

Ilustrasi - Layar menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/pri.

Alhasil rupiah menjadi mata uang terbaik di Asia per sore hari ini hingga menjadi pendorong penguatan IHSG hari ini
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat seiring kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).

IHSG ditutup menguat 30,59 poin atau 0,43 persen ke posisi 7.218,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,43 poin atau 0,33 persen ke posisi 1.032,65.

"BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 4,25 persen dimana keputusan itu bertujuan memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan fundamentalnya. Alhasil rupiah menjadi mata uang terbaik di Asia per sore hari ini hingga menjadi pendorong penguatan IHSG hari ini," kata Financial Expert Ajaib Sekuritas M Julian Fadli dalam ulasannya di Jakarta, Kamis.

BI dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DDR) sebesar 50 basis poin (bps) dari 3,75 persen menjadi 4,25 persen.

Baca juga: BI perkirakan inflasi 2022 tembus 6 persen akibat kenaikan harga BBM

Bank sentral turut meningkatkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility masing-masing sebesar 50 bps dari tiga persen menjadi 3,5 persen dan 4,5 persen menjadi lima persen.

Selain itu menguatnya harga komoditas seperti minyak sawit mentah atau CPO, batu bara, dan timah, juga menjadi katalis positif bagi indeks.

Dibuka melemah, IHSG mayoritas bergerak di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG menguat dan terus berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor terkoreksi dengan sektor teknologi paling dalam 0,79 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor kesehatan masing-masing turun 0,32 persen dan 0,14 persen.

Baca juga: Rupiah ditutup lampaui Rp15.000, usai The Fed & BI naikkan suku bunga

Sedangkan delapan sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi 1,87 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor barang baku masing-masing naik1,14 persen dan 1,07 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SLIS, SBMA, LEAD, HDIT, dan JKON. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AMMS, KIOS, MEDS, KREN, dan HEXA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.424.766 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,97 miliar lembar saham senilai Rp14,38 triliun. Sebanyak 277 saham naik, 233 saham menurun, dan 185 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 159,3 poin atau 0,58 persen ke 27.153,83, Indeks Hang Seng turun 296,67 poin atau 1,61 persen ke 18.147,95, dan Indeks Straits Times meningkat 1,45 poin atau 0,04 persen ke 3.263,24.

Baca juga: Saham China perpanjang kerugian, Indeks Shanghai turun 0,27 persen
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar