Kemenperin-Kemsetneg gelar program pembinaan IKM anggota Colombo Plan

Kemenperin-Kemsetneg gelar program pembinaan IKM anggota Colombo Plan

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita. ANTARA/HO-Biro Humas Kemenperin/am.

dalam program ini akan disorot mengenai pemulihan ekonomi sebagai salah satu prioritas Indonesia yang kesuksesannya telah diakui secara global
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Sekretariat Negara (Kemsetneg) kembali menyelenggarakan program peningkatan kapasitas dan pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk negara-negara anggota Organisasi Internasional Colombo Plan.

Kegiatan tersebut fokus pengembangan salah satu program pelatihan internasional dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST).

"Tahun ini merupakan tahun ke-7 Indonesia menyelenggarakan program kerja sama tersebut. Kami berharap program ini akan terus berkontribusi untuk memperkuat KSST, serta negara-negara anggota Colombo Plan, dalam rangka pemulihan perekonomian dunia," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Selama dua tahun terakhir (2020-2021) program ini dilaksanakan secara daring karena pandemi COVID-19. Namun pada 2022, Indonesia kembali melaksanakan program tersebut secara luring di Bali pada 19-30 September 2022 dan diikuti 19 peserta dari 10 negara yaitu Bangladesh, Laos, Malaysia, Maladewa, Nepal, Pakistan, Filipina, Arab Saudi, Sri Lanka, dan Indonesia.

Sebelum pandemi Indonesia menyelenggarakan program tersebut secara luring pada 2016 di Bali, 2017 di Yogyakarta, 2018 di Bandung, dan 2019 di Surabaya.

Reni menjelaskan program kali ini bertajuk Creative Industry for Global Economic Recovery: The Importance of Creative Industry in Bali to Spur The Economic Recovery in Line With G20 Pledge of Indonesian Presidency yang sengaja dipilih untuk mengangkat kisah sukses industri kreatif yang berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi selama dan pascapandemi.

Karena itulah, lanjutnya, Kemenperin terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru, khususnya industri kreatif kriya dan fesyen, yang memiliki visi usaha ramah lingkungan, inklusif, dan berkelanjutan.

"Dengan demikian para pelaku industri kreatif diharapkan dapat memberikan dampak dari segi ekonomi, sosial, dan budaya melalui produk-produk yang inovatif sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi, serta menjadi agen perubahan dalam membangun lingkungan yang ramah dan industri yang inklusif," tutur Reni.

Sementara itu Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kemensetneg Noviyanti mengatakan kegiatan tersebut merupakan komitmen Pemerintah Indonesia untuk berbagi pengalaman pengembangan IKM dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

"Indonesia memiliki banyak cerita sukses tentang pemulihan industri kreatif selama pandemi, sehingga dalam program ini akan disorot mengenai pemulihan ekonomi sebagai salah satu prioritas Indonesia yang kesuksesannya telah diakui secara global," ujarnya.

Sekretaris Jenderal Colombo Plan Benjamin P Reyes menyampaikan mengapresiasi penyelenggaraan program Pemerintah Indonesia itu secara luring.

"Saya harap program ini dapat memperluas wawasan dan pengetahuan peserta terkait kebijakan dan strategi dalam mempromosikan dan mengembangkan IKM, terutama setelah kemerosotan ekonomi selama pandemi," kata Benjamin.

Sekretaris Ditjen IKMA Kemenperin Riefky Yuswandi menambahkan IKM memainkan peran yang penting dalam ekonomi Indonesia, terutama terkait pembukaan kesempatan berusaha dan kerja, yang berdampak pada peningkatan distribusi kesejahteraan.

"Pemerintah Indonesia melalui Kemenperin telah mendorong penguatan daya saing IKM melalui berbagai program pengembangan kapasitas. Setelah lini produksi diperkuat, Kemenperin memfasilitasi IKM untuk memenuhi standardisasi dan sertifikasi yang dipersyaratkan, sehingga mampu bersaing dan siap bersaing di pasar nasional dan ekspor. Untuk itu, program e-Smart IKM telah yang diluncurkan sejak 2017 membantu IKM memperluas akses pasar melalui e-commerce,” ujarnya.

Pada program ini peserta tak hanya mengikuti pelatihan di kelas, tetapi juga lokakarya dan observasi lapangan diantaranya ke Balai Diklat Industri Denpasar, Bali Creative Industry Center, Celuk Design Center, dan I Made Ada Gallery. Peserta juga akan presentasi rencana aksi sebagai tindak lanjut program ini di negara asal masing-masing.

"Di akhir pelatihan, diharapkan para peserta akan mendapatkan gambaran bagaimana strategi pengembangan dan promosi IKM di Indonesia, kebijakan nasional Indonesia dalam hal perdagangan internasional, dan pemberdayaan pelaku usaha industri kreatif, serta meningkatkan pemahaman peserta tentang ekosistem industri kreatif, dan belajar dari kisah sukses pelaku IKM Indonesia yang mampu bangkit dari tekanan akibat pandemi," ujar Riefky.


Baca juga: Kemenperin pacu IKM tembus pasar ekspor lewat Gernas BBI
Baca juga: Pelaku IKM dinilai perlu pembinaan untuk bisa berkembang
Baca juga: Kemenperin beri kemudahan akses bahan baku IKM

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar