London (ANTARA News) - Rusia merupakan salah satu mitra strategis Indonesia khususnya di bidang perdagangan yang masih berpotensi meningkat di masa mendatang, salah satunya di sektor minyak sawit.

Demikian disampaikan Menteri Pertanian Republik Indonesia Suswono pada pembukaan Seminar tentang Promosi Minyak Sawit Berkelanjutan di Moskow, ujar Sekretaris I Pensosbud KBRI Moskow Lailal K. Yuniarti kepada ANTARA London, Kamis.

Seminar bertujuan untuk promosi sekaligus menepis aneka isu miring tentang perkelapasawitan Indonesia, untuk itu Kementerian Pertanian RI menghadirkan pakar dan stakeholder industri sawit Indonesia guna menjelaskan kepada pihak-pihak terkait di Rusia.

Seminar dihadiri sekitar 40 orang peserta dari berbagai kalangan di Rusia, seperti pemerintah, pelaku bisnis termasuk importir dan distributor minyak sawit, Kadin setempat, serta wartawan.

"Minyak sawit telah menjadi komoditas utama yang diekspor ke Rusia meskipun hanya dua persen dari total volume ekspor minyak sawit Indonesia ke dunia pada 2012," ujar Suswono.

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah hal terkait pemanfaatan minyak sawit, beberapa hal menarik yang dibahas antara lain upaya untuk mengatasi falsification information oleh para produsen minyak nabati di Rusia.

Selama ini menggunakan minyak sawit namun tidak memasukkannya dalam komposisi produk, sehingga menimbulkan image negatif atas produk minyak sawit di Rusia.

Untuk itu, mulai tahun 2015 minyak sawit Indonesia yang diekspor ke Rusia dan negara lain akan melalui proses serifikasi yang ketat.

Sertifikasi ini akan dilakukan sesuai standar ketentuan di Rusia maupun internasional sehingga tidak menimbulkan kesan efek negatif untuk dikonsumsi.

Selain itu, bersama kalangan pengusaha setempat juga disepakati suatu aksi edukasi berkesinambungan mengenai manfaat minyak sawit bagi kesehatan.

Hal ini diperlukan karena masyarakat Rusia terlanjur terbiasa menggunakan minyak dari biji matahari. Kampanye akan dilakukan dengan berbagai cara baik melalui saluran pemerintah, asosiasi industri ataupun bentuk public relations lain yang diperlukan.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai isu-isu seputar pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, Mentan Suswono menyampaikan Pendirian perkebunan kelapa sawit baru pada galibnya menciptakan multiplier effect bagi lingkungan sekitarnya.

Perkebunan kelapa sawit besar juga memikul tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) melalui pengembangan masyarakat."

Sementara itu, Dubes Djauhari Oratmangun mengatakan dengan menerapkan sistem sustainable development, industri minyak sawit Indonesia merupakan produk yang terdepan di dunia saat ini.

"Industri minyak sawit Indonesia dikembangkan dengan mempertimbangkan 3 aspek penting yaitu aspek ekonomi, ekologi dan sosial," ujar Djauhari Oratmangun.

Dalam kesempatan seminar tersebut, Menteri Pertanian Suswono dan pihak-pihak di Rusia sepakat untuk terus melakukan diseminasi informasi mengenai manfaat minyak sawit guna mendorong peningkatan ekspor minyak sawit Indonesia ke Rusia.

Diharapkan Rusia di kemudian hari dapat menjadi hub masuknya minyak sawit Indonesia ke negara-negara eks Uni Soviet lain seperti Belarus dan Kazakhstan. Sebaliknya Indonesia menjadi pintu masuk pasar Rusia ke pasar ASEAN.

(ZG)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2012