Jakarta (ANTARA) - Pemerintah kota Jakarta Barat mengedukasi ratusan sekolah untuk mengantisipasi perundungan (bulying) dan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan di wilayah tersebut.

"Barusan kita sosialisasikan itu hampir ke-445 sekolah di semua jenjang di Jakarta Barat, kita sosialisasikan secara virtual," kata Kepala Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Barat, Sikah Winarni saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Sikah mengatakan, hal tersebut dilakukan agar para guru bisa mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perundungan dan kekerasan seksual.

Menurut Sikah, ada beberapa hal yang menyebabkan banyak anak sekolah menjadi korban perundungan. Salah satunya korban perundungan yang enggan melapor ke guru.

Karena banyak anak yang takut dan malu, siswa pun tidak segan melanjutkan aktivitas perundungan tersebut ke siswa lainnya.

Baca juga: Puskesmas Cilandak edukasi orang tua tangani kasus perundungan anak
Baca juga: Nadiem: Perundungan di lingkungan sekolah harus dihapuskan

Dalam kondisi inilah, kata Sikah, seorang guru harus hadir sebagai sosok tempat pengaduan para siswa.

Guru bukan sekadar menjadi guru saja, tetapi juga harus menjadi teman sebaya kepada anak-anak. "Kemudian guru juga mampu mengerti tentang bagaimana mencegah kekerasan terhadap anak," kata dia.

Selain itu, guru harus mengawasi aktivitas anak-anak di dalam sekolah selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung.

Guru juga harus mengawasi semua pergerakan siswa agar aksi perundungan dan kekerasan seksual tidak terjadi.

Dengan upaya tersebut, Sikah berharap perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan sekolah bisa dicegah sejak dini.
Baca juga: Komisioner KPAI minta pencegahan perundungan di sekolah ditingkatkan
 

Pewarta: Walda Marison
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2022