Ini potensi yang luar biasa. Kita memilih mempunyai model bisnis yang berkelanjutan dan potensinya juga besar
Jakarta (ANTARA) - CEO dan Co-Founder PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli/BELI) Kusumo Martanto optimistis pasar industri barang konsumsi di Indonesia akan terus tumbuh hingga mencapai 436 miliar dolar AS pada 2025.

  Berdasarkan survei Euromonitor dan Frost & Sullivan, menurut dia, nilai pasar tersebut tumbuh dibandingkan 257 miliar dolar AS pada 2020 sehingga akan mendukung Blibli yang berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 November 2022.

  "Ini potensi yang luar biasa. Kita memilih mempunyai model bisnis yang berkelanjutan dan potensinya juga besar," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

  Dari potensi nilai industri barang konsumsi yang sebesar 436 miliar dolar AS pada 2025, senilai 150 miliar dolar AS datang dari sektor perdagangan, dimana Blibli mengklaim sebagai salah satu pemain utama perdagangan digital di Indonesia.

  Sementara senilai 41 miliar dolar AS datang dari sektor pariwisata dan gaya hidup dimana Blibli memiliki tiket.com sebagai bagian dari ekosistemnya.

  Terakhir senilai 240 miliar dolar AS berpotensi didapatkan oleh sektor grosir ritel dimana ekosistem Blibli memiliki Ranch Market di dalamnya.

  "Jadi saat memilih bisnis model dan mengembangkannya, kita selalu melihat potensinya bagus atau tidak, konsumennya butuh atau tidak, kita bisa memberi solusi terbaik atau tidak. Dan sebagai pengusaha atau bisnis kita mau membuat usaha yang berkelanjutan, jangka panjang, dan menguntungkan," ucapnya.

  Blibli akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menawarkan sebanyak-banyaknya 17.771.205.900 atau 17,77 miliar) saham baru dengan target dana yang dihimpun dari pasar modal senilai Rp8,17 triloun.

  Saham baru yang merupakan Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp250 itu setara dengan sebanyak-banyaknya 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) yang dikeluarkan dari portepel Perseroan.

  Saham IPO Blibli ditawarkan dengan rentang harga penawaran sebesar Rp410 – Rp460 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.

  Saat ini Blibli telah memulai langkah awal IPO dan menunjuk BCA Sekuritas serta PT BRI Danareksa Sekuritas sebagai para penjamin pelaksana emisi efek.

  Adapun masa penawaran awal dilakukan selama 17-24 Oktober 2023 dan masa penawaran umum akan dimulai 1-3 November 2022.

Baca juga: Blibli akan gunakan dana hasil IPO untuk membayar utang

Baca juga: Blibli.com akan melantai di bursa dengan nilai IPO Rp8,17 triliun


 

Pewarta: Sanya Dinda Susanti
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2022