CIPS: seluruh pihak harus terlibat wujudkan ketahanan pangan nasional

CIPS: seluruh pihak harus terlibat wujudkan ketahanan pangan nasional

Ilustrasi - Pedagang pangan (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)

Ada banyak dimensi yang terlibat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Bukan hanya menyoal ketersediaan, namun juga dari segi pemanfaatan, akses, keberlanjutan, hingga seberapa bebas individu untuk menentukan pilihan makanannya.
Jakarta (ANTARA) - Lembaga penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan bahwa bahwa seluruh pihak harus terlibat untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional di tengah potensi ancaman krisis ekonomi dan krisis pangan global.

"Ada banyak dimensi yang terlibat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Bukan hanya menyoal ketersediaan, namun juga dari segi pemanfaatan, akses, keberlanjutan, hingga seberapa bebas individu untuk menentukan pilihan makanannya," kata peneliti CIPS Aditya Alta dalam diskusi Hari Pangan Sedunia di Jakarta, Jumat.

Dia menyebut bahwa seluruh pihak terkait tersebut perlu bahu membahu bekerja sama lantaran kompleksnya dimensi dan banyaknya aktor yang terlibat dan cukup sulit untuk memuaskan keseluruhannya. Beberapa hal  yang menguntungkan bagi salah satu aktor mungkin akan merugikan aktor lainnya.

Baca juga: Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim untuk mendukung ketahanan pangan

Sekretaris Jenderal Aliansi Petani Indonesia Muhammad Nuruddin menyampaikan bahwa adaptasi modernisasi pertanian untuk meningkatkan produksi dalam rangka ketahanan pangan nasional dinilai masih menjadi tantangan bagi para petani, karena  kuatnya kohesi sosial petani, sehingga modernisasi sering kali justru mengancam kesejahteraan petani kecil.

Menurut Aditya, kesejahteraan petani berkaitan erat dengan diversifikasi pendapatan seperti variasi komoditas yang ditanam atau pendapatan dari kegiatan lain di luar pertanian. Selain itu, pembangunan kewilayahan yang naik-turun juga mempengaruhi pola adaptasi petani.

Baca juga: Mendes dorong inventor temukan teknologi baru jaga ketahanan pangan

Aditya mengapresiasi berbagai bantuan seperti alat mesin pertanian yang diberikan kepada petani dari pemerintah ataupun swasta. Namun harus ada pemetaan untuk modernisasi pertanian di sejumlah wilayah.

"Kami menggarisbawahi bahwa dukungan dan bantuan sudah banyak berdatangan baik dari pemerintah maupun swasta. Yang perlu ditingkatkan adalah pemetaannya, sehingga bantuan tersebut tidak tumpang tindih," kata dia.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar