Jakarta (ANTARA) - Tesla Inc menarik lebih dari 40.000 kendaraan Model S dan Model X 2017-2021 yang mungkin mengalami kehilangan bantuan power steering saat mengemudi di jalan yang kasar atau setelah menabrak lubang.

Pabrikan kendaraan listrik yang berbasis di Texas itu telah merilis pembaruan perangkat lunak over-the-air untuk mengkalibrasi ulang sistem setelah mulai meluncurkan pembaruan pada 11 Oktober untuk mendeteksi torsi bantuan kemudi yang tidak terduga dengan lebih baik.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS mengatakan hilangnya bantuan power steering dapat memerlukan upaya kemudi yang lebih besar, terutama pada kecepatan rendah, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

Tesla mengatakan telah mengidentifikasi 314 peringatan kendaraan untuk kondisi ini di antara kendaraan-kendaraan di AS yang mungkin terkait dengan penarikan tersebut, tetapi mengatakan tidak mengetahui adanya cedera atau kematian terkait dengan kondisi ini.

Pembuat mobil mengatakan bahwa pada 1 November lebih dari 97 persen dari kendaraan yang ditarik telah menginstal pembaruan yang telah mengatasi masalah penarikan.

Secara terpisah, Tesla menarik kembali 53 kaca spion samping eksterior Model S 2021 yang dibuat untuk pasar Eropa yang tidak memenuhi persyaratan "Visibilitas Belakang" AS.

Tesla telah mengeluarkan 17 kampanye penarikan pada tahun 2022 yang mencakup 3,4 juta kendaraan. Demikian seperti disiarkan Reuters, Selasa (8/11)

Baca juga: Enam perusahaan tarik 493 ribu kendaraan karena suku cadang rusak

Baca juga: Tesla tak akan mulai produksi baterai massal Jerman sebelum 2024


Baca juga: Pabrik Tesla di Shanghai bukukan pengiriman tertinggi pada September
Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2022