Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan forum G20 menjadi momentum bagi produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), terutama asal Garut, untuk mengakses pasar global, bahkan masuk ke dalam pasar digital.

"Selain dikenal dengan penghasil industri kulit dengan kualitas mendunia, Garut juga memiliki berbagai produk khas yang tidak kalah dengan Eropa, bahkan mampu menghasilkan produk-produk unggulan lain seperti minyak atsiri sebagai produk wellness," kata Teten dalam pernyataan di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Teten dalam kegiatan The Future SMEs Village sebagai side event Presidensi G20 Indonesia, yakni fashion show bertajuk “The Magnificent Garut”.

Kegiatan yang berlangsung di Bali Collection, Bali, tersebut digelar dengan tujuan memperkenalkan keunikan dan kearifan budaya Garut, Jawa Barat, melalui pengaplikasian pada fesyen modern di forum G20, Bali.

Baca juga: MenkopUKM: Bangun ekosistem digital dengan datangkan ahli di dunia

Menurut dia, potensi besar yang dimiliki Garut harus didukung melalui berbagai program strategis, baik dalam mengembangkan produk untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional.

"Ini merupakan tugas dan peran penting bagi pemerintah untuk terus memberikan pendampingan, pembiayaan, hingga pemasaran pada sektor-sektor potensial agar dapat bertumbuh hingga menjadi unggulan nasional yang go global," kata Teten.

Menkop turut menerangkan urgensi mendekatkan para pelaku UMKM dengan akses pembiayaan yang mudah dan murah mengingat masih adanya jarak atau kesenjangan yang membuat akses pembiayaan tidak tersalurkan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut Rudy Gunawan mengungkapkan The Magnificent Garut bisa menjadi wadah bagi perajin lokal Garut untuk berkarya, sekaligus berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai desainer ternama.

Menurut Rudy, event ini mampu menunjukkan potensi besar yang dimiliki Garut, terutama dalam industri fesyen berkualitas internasional.

Baca juga: Kemenkop inisiasi Hutan Bambu G20 di Nusa Dua

"Potensi industri fesyen Garut sudah siap mendunia, salah satunya dibuktikan melalui pameran di Italia yang telah kami ikuti beberapa waktu lalu mampu menghasilkan perjanjian kerja sama produk berbahan kulit untuk jangka waktu 10 tahun," ungkap Rudy.

Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Darsono mengatakan bahwa produk fesyen Garut tidak kalah dengan produk dari brand-brand kenamaan dunia. Karena itu, dibutuhkan kreativitas dan keseriusan dalam mengangkat potensi industri fesyen Garut agar mampu bersaing secara global.

Poppy juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi dan UKM yang telah memberikan ruang bagi para desainer lokal, khususnya Garut, dalam mempresentasikan produk-produk fesyen lokal berkualitas internasional.

"Melalui Future SMEs Village ini, kami bisa menampilkan karya kami, sekaligus saya berharap mampu menginspirasi desainer-desainer lokal lainnya untuk berani mengambil peluang membawa produk khas daerahnya di pentas dunia," ucapnya.

Baca juga: Menkop Teten: Laut adalah masa depan Indonesia

Baca juga: Pengembangan usaha ramah lingkungan jadi prioritas Kemenkop tahun 2023


Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Satyagraha
Copyright © ANTARA 2022