Jakarta (ANTARA) - Aktor Lukman Sardi mengingatkan para orangtua agar peka terhadap perubahan fisik yang dialami anak-anak meskipun perubahannya sedikit.

"Kita harus aware sebagai orangtua ketika melihat sesuatu yang berbeda dari anak, bukannya langsung curiga tetapi paling tidak aware, apalagi di masa-masa pertumbuhan dan perkembangan anak. Contoh kasus anakku, dari matanya," ujar dia dalam konferensi pers peluncuran Lensa Terapi Myopia Pada Anak MiYOSMART di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Cara efektif atasi mata minus pada anak

Lukman mengatakan, dia menyadari sejak sekitar setahun lalu, putranya Akira (10) sering mengedipkan matanya saat melihat suatu objek. Istri Lukman sempat mengira itu sekedar kebiasaan belaka.

Namun, Lukman curiga dan mengajak sang anak ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Dia mendapati kenyataan anaknya mengalami mata minus di kiri dan kanan.

"Ternyata benar ada minusnya di kanan dan kiri, tetapi minusnya berbeda. 1 dan 0,7. Dari situ aku baru tahu dia punya mata minus," kata dia.

Setelah berkonsultasi, Lukman memutuskan memberikan anaknya kacamata. Dia memilih kacamata yang nyaman untuk sang anak.

"Yang ngenes dia bilang 'Wow, I can see clear now'. Jadi selama ini dia ngelihatnya enggak begitu clear, hanya bingung menyebutnya apa karena dia belum tahu kenapa matanya kayak enggak jelas," tutur Lukman.

Menurut dia, anak-anak masih dalam proses bertumbuh dan masih banyak membutuhkan pelajaran baik dari sekolah maupun luar sekolah. Kehidupan mereka akan terganggu bila penglihatannya terganggu.

Dia mengaku khawatir apabila minus anaknya semakin bertambah, karena artinya harus mengenakan lensa yang semakin tebal dan ini akan membuatnya merasa tidak nyaman dan minder.

Lukman lalu mendapatkan informasi lensa kacamata terapi yang menerapkan teknologi revolusioner Defocus Incorporated Multiple Segment (D.I.M.S.). Lensa ini dikatakan dapat memperlambat dan dalam beberapa kasus bahkan menghentikan, perkembangan miopia pada anak.

"Aku pelajari dia dapat menahan laju minus, sekitar 60 persen. Ini bagus untuk anakku," kata dia.


Baca juga: Optik Tunggal beri 2.025 kacamata untuk anak dengan katarak kongenital

Baca juga: Kacamata jadi alternatif bagi anak dengan katarak kongenital

Baca juga: Ciri-ciri anak butuh bantuan kacamata

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2022