Wapres serukan salat gaib untuk korban gempa Cianjur

Wapres serukan salat gaib untuk korban gempa Cianjur

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri Maulid ke-18 Pondok Pesantren Al Jauhari di Garut, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga/pri.

Garut (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyerukan umat Muslim melakukan salat gaib untuk korban gempa di Cianjur, Jawa Barat.

"Pada seluruh masyarakat, saya minta untuk di masjid-masjid terutama di pesantren-pesantren, untuk melakukan salat gaib ya terhadap mereka yang sudah  meninggal," kata Wapres usai menghadiri Maulid ke-18 Pondok Pesantren Al Jauhari di Garut, Jawa Barat, Kamis.  

Dia mendoakan agar korban meninggal dunia pada bencana gempa di Cianjur, wafat dalam keadaan syahid. 

"Mudah-mudahan mereka yang sudah meninggal itu dalam keadaan syahid, Insya Allah," ujar dia.  

Wapres menyampaikan pada hari pertama kejadian dirinya sudah berkomunikasi langsung melalui telepon video dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Cianjur Herman Suherman. 

Wapres meminta supaya pengungsi ditangani dengan baik dan diberikan akomodasi tumpangan kendaraan, listrik, air dan dibuat sebuah trauma center bagi anak-anak yang mengalami trauma.  

"Saya tanya berapa jumlah korban dan berapa kerugian. Ternyata hari itu saya terima (laporan) 162, sekarang sudah 270 lebih dan masih ada yang masih belum ditemukan, masih ada yang tertimbun," ujar dia.

Dia sudah meminta agar rumah warga yang rusak segera diberikan bantuan pembangunan, termasuk relokasi ke tempat aman.

"Itu masih diinventarisasi, termasuk pesantren-pesantren juga bagian dari pada yang diinventarisasi. Saya sudah meminta kepada Kementerian Agama, suruh mengambil langkah untuk mengatasi itu dan memberikan batuan," terangnya.  

Baca juga: Wapres: Pemerintah sangat menghargai pesantren

Baca juga: Wapres bertolak ke Garut hadiri Milad ke-18 Ponpes Al Jauhari

Baca juga: BNPB catat 272 korban meninggal akibat gempa Cianjur di hari keempat


 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar