Penerima dosis ketiga capai 66,40 juta jiwa penduduk Indonesia

Penerima dosis ketiga capai 66,40 juta jiwa penduduk Indonesia

Salah seorang lansia di Kota Denpasar saat mendapatkan vaksinasi penguat (booster) kedua di salah satu fasilitas kesehatan pada Kamis (24/11/2022). ANTARA/HO-Pemkot Denpasar.

per tanggal 22 November 2022 lansia sudah bisa melakukan booster kedua
Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis ketiga atau penguat mencapai 66,40 juta jiwa hingga Kamis, pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta Kamis mencatat jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan tiga dosis vaksin COVID-19 bertambah 56.903 orang, sehingga mencapai total 66.402.160 orang.

Dengan demikian maka tercatat, suntikan dosis penguat vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 28,29 persen dari total warga yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19, sebanyak 234.666.020 orang.

Sementara itu, penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 bertambah 19.600 orang menjadi 172.364.907 orang, yang meliputi 73,45 persen dari total sasaran.

Sedangkan penerima dosis pertama bertambah 8.666 orang, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 205.399.210 orang atau sudah diberikan pada 87,52 persen dari total sasaran.

Baca juga: Dinas Kesehatan genjot vaksinasi untuk ribuan lansia di Aceh Barat
Baca juga: Epidemiolog: Booster kedua penting untuk proteksi maksimal bagi lansia

Untuk vaksinasi keempat, yang saat ini menargetkan tenaga kesehatan dan kelompok lansia terjadi penambahan 3.577 orang. Total 738.358 orang sudah menjalani vaksinasi keempat.

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Reisa Broto Asmoro meminta setiap keluarga untuk segera mengajak lansia mendapatkan melakukan suntik vaksin booster kedua untuk menekan keparahan dan risiko kematian dalam menghadapi COVID-19.

"Ada berita gembira bagi lansia yang sudah melakukan booster pertama atau sudah melakukan suntik ketiga, kini per tanggal 22 November 2022 lansia sudah bisa melakukan booster kedua atau suntik keempat sama seperti tenaga kesehatan yang sudah melakukannya beberapa bulan yang lalu," kata Reisa.

Baca juga: Pemprov Bengkulu fokus vaksinasi dosis keempat untuk lansia
Baca juga: Yogyakarta hitung ketersediaan vaksin untuk vaksinasi booster lansia
Baca juga: Cegah COVID-19, vaksinasi harus ditambah tanpa abaikan prokses

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar